Provinsi Riau
Kelancaran Nataru 12 Posko di Jalan Lintas Riau Disiagakan, Ini Titik dan Lokasinya
Posko Nataru tersebut didirikan di lokasi yang dinilai strategis. Selain untuk memantau kelancaran arus lalulintas dan kelayakan jalan, di posko tersebut juga disiagakan alat berat (Dok Diskominfotik Riau)
RSNEWSROOM – Guna kelancaran liburan dan perjalanan antar wilayah. Sedikitnya ada 12 posko pantau disiagakan selama peringatan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Riau dengan provinsi tetangga.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak mengatakan, posko Nataru tersebut didirikan di lokasi yang dinilai strategis. Selain untuk memantau kelancaran arus lalulintas dan kelayakan jalan, di posko tersebut juga disiagakan alat berat.
“Selama pelaksanaan Nataru kami mendirikan 12 posko pantau. Petugas stanby disana termasuk alat berat jika ada kerusakan jalan atau longsor yang perlu penanganan segera," katanya.
Yohanis, pada posko tersebut masyarakat yang melintas juga bisa singgah untuk sekadar beristirahat. Kemudian, juga bisa menghimpun informasi tentang kondisi jalan yang akan dilintasi.
"Masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan butuh istirahat juga bisa sehingga di posko tersebut," ujarnya.
Adapun 12 lokasi posko tersebut yakni di Simpang Balam–Simpang Batang, Simpang Batang–Simpang Kullim, Duri Kandis, Rantau Berangin-Batas Sumbar, Sp Ujung Tanjung-Bagan Siapi-api, Simp Kayu Ara-batas Kabupaten Pelalawan.
Kemudian, di Sp Lago-Siak Sri Indrapura, Simpang Lago Sorek, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, Ruas Jalan batas Taluk Kuantan-Muara Lembu dan Taluk Kuantan-batas Sumbar.
Dijelaskannya, saat ini total ruas panjang jalan nasional di Provinsi Riau sepanjang 1.257,90 Km. Dari panjang ruas jalan tersebut, dibagi menjadi empat kondisi. Yakni kondisi baik, sedang, rusak ringan dan juga rusak berat.
"Untuk panjang jalan nasional di Riau saat ini sepanjang 1.258,90 Km. Dari total panjang jalan tersebut, yang dalam kondisi baik sepanjang 545,51 Km atau 43,37 persen," katanya.
Kemudian, untuk jalan dalam kondisi sedang yakni sepanjang 623,55 Km atau 49,57 persen. Selanjutnya jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 86,06 Km atau 6,84 persen dan yang dalam kondisi rusak berat sepanjang 3,80 Km atau 0,22 persen.
"Kemudian di Riau juga terdapat 364 unit jembatan yang menjadi kewenangan BPJN. Dari jumlah tersebut, ada 11 unit jembatan yang mengalami rusak ringan, 320 jembatan yang mengalami rusak sedang dan 33 unit jembatan rusak parah," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memetakan lokasi daerah yang rawan terjadi bencana. Seperti daerah jalan yang rawan banjir yakni di ruas Jalan Siak Sri Indrapura-Mengkapan Buton pada Km 147. Kemudian juga di ruas jalan Simpang Lago-Sorek I pada Km 73.
"Kemudian ruas jalan yang rawan longsor yakni pada ruas Jalan Rantau Berangin-Batas Sumatera Barat. Kemudian juga pada ruas Jalan Duri-Kandis-Simpang Palas Siak II Pekanbaru. Selanjutnya Jalan Teluk Kuantan-batas Sumatera Barat," tutupnya. (FSY/MNA)






