Siak Sriindrapura, Riau

Gawat, Ini Penyebab Dokter Spesialis di RSUD Siak Mogok Layani Pasien

Siak Selasa, 17 Maret 2026 - 15:11 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : FA Syam  
Gawat, Ini Penyebab Dokter Spesialis di RSUD Siak Mogok Layani Pasien

Sejumlah poliklinik yang tutup di antaranya poli penyakit dalam, poli jiwa, poli anak, poli bedah, poli kulit, poli orthopedi, poli mata, poli THT, poli rehabilitasi medik, poli patologi anatomi, poli saraf dan poli gigi. Sementara poliklinik yang tetap buka hanya poli obgyn. (Foto Istimewa)

RSNEWSROOM - Pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak lumpuh mulai Selasa (17/3/2026). Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dokter spesialis di rumah sakit tersebut memutuskan menghentikan layanan poliklinik sebagai bentuk protes karena uang tunjangan kelangkaan profesi sebesar Rp30 juta per bulan belum dibayarkan sejak September 2025 hingga Februari 2026

Penutupan layanan itu diumumkan kepada pasien Senin (16/3/2026) malam. Dalam pengumuman tersebut disebutkan seluruh poliklinik rawat jalan ditutup sementara, kecuali poliklinik obstetri dan ginekologi (Obgyn).

"Diberitahukan kepada seluruh pasien rawat jalan, hari Selasa 17 Maret poliklinik tutup, terkecuali Poliklinik Obgyn," demikian bunyi pengumuman yang beredar.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Aksi tersebut dipicu belum dibayarkannya uang kelangkaan profesi yang sebelumnya dijanjikan pemerintah daerah dalam kontrak kerja para dokter spesialis.

Sehari sebelumnya, Senin lalu para dokter spesialis RSUD Tengku Rafian sempat menggelar audiensi untuk mencari solusi dengan Pemerintah Kabupaten Siak. Namun pertemuan itu tidak dihadiri Bupati Siak, Afni Z.

Audiensi hanya dihadiri Direktur RSUD Tengku Rafian, Khamariah. Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Siak dr Handry juga tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

MBG dalam Berita 2

Pada sore harinya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Mahadar meminta para dokter spesialis datang ke rumah dinas bupati. Namun dalam pertemuan itu bupati kembali tidak hadir sehingga belum ada keputusan terkait tuntutan para dokter.

Merasa hak mereka belum dihargai, para dokter spesialis akhirnya memutuskan menutup pendaftaran pasien rawat jalan hingga pembayaran uang kelangkaan profesi periode September 2025 hingga Februari 2026 diselesaikan.

"Jangan ada diskriminasi. Mohon segera hak kami dikeluarkan sesuai kompetensi yang kami miliki. Hormat kami ASN dokter spesialis Kabupaten Siak," tulis para dokter dalam pernyataan sikapnya.

Salah seorang dokter spesialis di RSUD Tengku Rafian yang enggan disebutkan namanya mengatakan, keputusan menutup layanan diambil setelah audiensi dengan pemerintah daerah tidak menghasilkan solusi.

"Kemarin kami dokter spesialis RSUD Tengku Rafian Siak menggelar audiensi membahas hak para dokter spesialis yang belum dibayarkan. Namun tidak ada tanggapan dari Pemkab Siak. Maka mulai 17 Maret kami menutup pelayanan," ujarnya.

Sejumlah poliklinik yang tutup di antaranya poli penyakit dalam, poli jiwa, poli anak, poli bedah, poli kulit, poli orthopedi, poli mata, poli THT, poli rehabilitasi medik, poli patologi anatomi, poli saraf dan poli gigi. Sementara poliklinik yang tetap buka hanya poli obgyn.

Penutupan layanan tersebut berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat yang hendak berobat di RSUD Tengku Rafian Siak.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala DKP2KB Siak dr Handry mengatakan, pemerintah daerah memahami aspirasi para dokter spesialis.

"Kami memahami aspirasi para dokter spesialis. Namun perlu dipahami bahwa penyesuaian TPP ini terjadi karena kondisi keuangan daerah Kabupaten Siak yang saat ini sedang mengalami tekanan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tetap berkomitmen mencari solusi melalui dialog bersama agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. (FSY/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya