Pekanbaru

Modifikasi Cuaca, 35 Ton Garam Disebarkan untuk Padamkan Karhutla Riau

Teknologi Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:31 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Modifikasi Cuaca, 35 Ton Garam Disebarkan untuk Padamkan Karhutla Riau

Upaya ini diharapkan dapat membantu proses pemadaman kebakaran, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh tim lapangan. (Dok Diskominfotik Riau)

RSNEWSROOM - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di daerah rawan kebakaran.

Pelaksanaan tahap pertama OMC kini telah selesai dengan total sekitar 35 ton garam (NaCl) yang disebar ke dalam awan potensial hujan selama operasi tersebut.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya ini diharapkan dapat membantu proses pemadaman kebakaran, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh tim lapangan.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Pemerintah Provinsi Riau bersama dengan pemerintah pusat juga telah merencanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada bulan April. Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Riau berharap pelaksanaan tahap lanjutan dapat dipercepat, mengingat kondisi karhutla di sejumlah daerah mulai meluas.

Kepala Bagian Darurat dan Logistik BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan modifikasi cuaca merupakan salah satu langkah strategis untuk membantu mengelola karhutla.

Menurutnya, kondisi cuaca panas, angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan.

MBG dalam Berita 2

"Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh tim darat," kata Jim, Jumat (12/3/2026).

Sampai saat ini, tercatat masih ada empat kabupaten di Riau yang pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.

Di Kabupaten Kampar, kebakaran masih terjadi di area Jalan Niaga, Rimbo Panjang, dan tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api agar tidak menyebar, mengingat lokasi tersebut cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan, serta di Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis.

Meskipun demikian, sejumlah titik rawan yang sebelumnya muncul di Kota Pekanbaru telah ditangani oleh petugas.

"Beberapa titik api muncul di Pekanbaru kemarin, tetapi berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan," jelas Jim.

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan akan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui upaya pemadaman di darat oleh tim gabungan. (HFS/MCR)

 

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya