Cara Sehat Ramadhan

Jangan Risau Asam Lambung Naik Saat Puasa Ramadhan, Ini Caranya

Dokter Anda Kamis, 26 Februari 2026 - 14:47 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Jangan Risau Asam Lambung Naik Saat Puasa Ramadhan, Ini Caranya

Dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Makanan tersebut membantu merasa kenyang lebih lama sekaligus baik untuk kesehatan pencernaan. (Internet)

RSNEWSROOM - Bulan suci Ramadhan mengharuskan umat Islam di seluruh dunia untuk berpuasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum selama siang hari. Meski puasa dalam jangka waktu tertentu umumnya dianggap baik bagi tubuh, perubahan pola makan selama Ramadan dapat memicu gangguan kesehatan pencernaan, terutama asam lambung naik.

“Selama Ramadan, jam puasa yang panjang diikuti dengan makan dalam jumlah besar dapat mengganggu pencernaan,” ujar Dr Anil Kumar Jangid, Konsultan Senior Gastroenterologi di CK Birla Hospital, Jaipur, dikutip dari laman Money Control.

"Perut yang kosong dalam waktu lama meningkatkan produksi asam. Hal ini dapat memicu refluks asam atau rasa panas di dada (mulas)," lanjutnya.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Orang yang berpuasa sering mengalami bukan hanya asam lambung naik, tetapi juga sembelit, ketidaknyamanan pencernaan, dan perut kembung. Oleh karena itu, dokter spesialis pencernaan tersebut menyarankan untuk memilih makanan dan minuman tertentu yang lebih banyak membawa dampak buruk daripada manfaat.

"Makanan berlebihan yang digoreng, pedas, atau manis saat berbuka semakin memperparah gejala. Kurangnya asupan udara dan serat juga dapat menyebabkan sembelit dan kembung," peringatan Dr Jangid.

Ia juga menyarankan untuk menghindari terlalu banyak makanan yang digoreng, kafein, serta hidangan yang sangat pedas.

MBG dalam Berita 2

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan banyak orang adalah langsung berbuka dengan makanan berat. Pendekatan terbaik adalah memulai secara perlahan.

“Untuk melindungi kesehatan usus, berbukalah dengan kurma dan air hangat, lalu lanjutkan dengan makanan ringan dan seimbang ,” saran Dr Jangid.

Cara ini memberi waktu bagi lambung untuk menyesuaikan diri dan mulai menghasilkan cairan pencernaan secara bertahap.

Sangat dianjurkan untuk memasukkan makanan sehat agar tubuh tetap bugar dan berenergi sepanjang hari. Dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Makanan tersebut membantu merasa kenyang lebih lama sekaligus baik untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu, Dr Jangid juga memberikan saran mengenai makanan saat sahur karena dapat membantu memberikan rasa kenyang dan energi yang stabil.

“Saat sahur, pilih makanan yang dicerna secara lambat seperti telur, roti multigrain, oat, kacang-kacangan, dan yoghurt,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik antara waktu berbuka dan sahur. Untuk menjaga kesehatan secara umum, ia menambahkan, "Makanlah secara perlahan, hindari makan berlebihan, dan jaga waktu tidur yang cukup. "

Bagi orang yang sudah memiliki masalah pencernaan sebelumnya, ia merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya