- Home
- Info Sehat
- Nyeri Perut ketika Batuk? Ini Penyebab dan Langkah Sederhana Meredakannya
Jaga Kesehatan Harian
Nyeri Perut ketika Batuk? Ini Penyebab dan Langkah Sederhana Meredakannya
Batuk berawal dari terganggunya metabolisme tubuh, kenali sebab dan cara mengatasinya. (Internet)
RSNEWS - Mengalami nyeri perut ketika batuk bisa terasa aneh dan mengganggu. Meskipun sering kali hal ini disebabkan oleh kelelahan otot perut akibat batuk yang kuat, terkadang juga merupakan tanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Berikut dijelaskan tentang berbagai penyebab perut sakit ketika batuk dan cara meredakannya.
1. Ketegangan atau cedera otot perut
Batuk yang kuat dan berulang dapat memberatkan otot-otot di perut Anda, terutama jika batuk berlangsung lama. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi nyeri seperti setelah olahraga berat. Biasanya rasa sakitnya terasa di bagian depan atau bawah perut, dan cenderung membaik saat istirahat. Istirahat, kompres hangat, dan obat pereda nyeri ringan bisa membantu meredakannya.
2. Hernia
Jika ada lubang atau titik lemah di dinding perut, organ internal bisa mendorong keluar, sehingga mungkin menimbulkan hernia. Batuk meningkatkan tekanan dalam rongga perut sehingga rasa sakit terasa lebih tajam di area yang bermasalah. Anda mungkin juga melihat benjolan yang muncul saat batuk atau berdiri. Hernia biasanya memerlukan evaluasi medis, bahkan tindakan operasi jika serius.
3. Radang usus buntu
Nyeri perut yang dimulai dari pusar lalu menjalar ke bagian kanan bawah bisa jadi merupakan tanda apendisitis atau radang usus buntu. Gejalanya memburuk saat batuk atau bergerak, sering disertai demam, mual, atau kehilangan nafsu makan. Melansir Healthline, Jumat, 8 Agustus, ini adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera oleh tenaga medis profesional.
4. Penyakit organ dalam
Beberapa kondisi seperti batu empedu, pankreatitis, atau infeksi kandung kemih (cystitis) bisa memicu nyeri perut yang memburuk saat batuk. Misalnya, batu empedu sering menimbulkan rasa sakit tajam di bagian atas perut yang bisa menjalar ke punggung atau bahu. Cystitis menyebabkan nyeri di area pelvis yang memburuk saat bergerak atau batuk. Penting memperhatikan gejala tambahan seperti perubahan pada urine, demam, atau perubahan frekuensi buang air kecil.
5. Refluks asam atau GERD
GERD atau hernia hiatal dapat memicu iritasi pada esofagus dan sistem pencernaan bagian atas. Batuk berulang dapat menekan area perut atas sehingga memperparah rasa terbakar atau nyeri. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk heartburn, regurgitasi, dan nyeri dada ringan. Evaluasi lebih lanjut diperlukan jika Anda sering mengalami gejala ini.
Selain mengenali penyebab, penting juga mengambil tindakan untuk meredakan kondisi yang sebabkan perut sakit ketika batuk. Anda bisa mengistirahatkan otot perut atau membatasi aktivitas berat. Bisa juga mengompres hangat di area yang terasa nyeri. Nah, Anda juga perlu memastikan minum cukup dan memperbaiki postur saat batuk. Misalnya mengambil posisi bersandar.
Nteri perut saat batuk sering kali disebabkan oleh ketegangan otot dan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika rasa sakit semakin sering terasa, muncul gejala tambahan, atau sangat intens, ada baiknya Anda segera mencari penilaian medis. Dengan mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan melakukan perawatan ringan di rumah, Anda bisa meredakan ketidaknyamanan sambil memastikan kondisi tubuh tetap aman dan sehat. (FSY/VOI)






