Edukasi Seksual Masyarakat

Psikolog Sebut Hubungan Seks Buat Pasangan Lebih Bahagia, Ini Syaratnya

Konsultasi 18+ Rabu, 04 Februari 2026 - 12:26 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Psikolog Sebut Hubungan Seks Buat Pasangan Lebih Bahagia, Ini Syaratnya

Edukasi seks, penting untuk memahami seks bukan sekadar aktivitas biologis, tetapi juga pengalaman relasional (Internet)

RSNEWSROOM - Pertanyaan tentang apakah seks bisa membuat seseorang lebih bahagia sering muncul, namun jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Seks kerap diasosiasikan dengan kesenangan fisik, padahal dampaknya juga menyentuh ranah emosional dan psikologis.

Dalam konteks edukasi seks, penting untuk memahami seks bukan sekadar aktivitas biologis, tetapi juga pengalaman relasional. Banyak penelitian psikologi, dilansir Psychology Today, Senin, 2 Februari, menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual lebih berpengaruh daripada frekuensinya. Dari sinilah pembahasan tentang seks dan kebahagiaan menjadi menarik sekaligus relevan untuk dibicarakan secara sehat.

Hubungan seks dan kebahagiaan emosional

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Seks dapat memicu pelepasan hormon seperti oksitosin dan dopamin yang berperan dalam rasa nyaman dan kedekatan emosional. Hormon-hormon ini membantu tubuh merasa lebih rileks sekaligus memperkuat ikatan dengan pasangan. Namun, efek emosional tersebut biasanya muncul ketika seks dilakukan dalam konteks yang aman dan saling menghargai. Tanpa rasa aman atau keintiman emosional, seks justru bisa terasa hampa atau bahkan menimbulkan stres. Artinya, kebahagiaan dari seks sangat bergantung pada kualitas relasi yang menyertainya.

Peran koneksi dan keintiman

Keintiman bukan hanya soal sentuhan fisik, tetapi juga keterhubungan emosional dan komunikasi yang jujur. Seks yang dilandasi rasa saling percaya cenderung memberikan kepuasan psikologis yang lebih dalam. Ketika seseorang merasa diterima apa adanya, pengalaman seksual dapat memperkuat rasa berharga dan dicintai. Sebaliknya, seks yang dilakukan karena tekanan atau ekspektasi sosial berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan batin. Oleh karena itu, edukasi seks perlu menekankan pentingnya consent dan keintiman emosional.

MBG dalam Berita 2

Seks bukan satu-satunya sumber kebahagiaan

Meskipun seks bisa berkontribusi pada kebahagiaan, ia bukanlah satu-satunya faktor penentu. Kesehatan mental, relasi sosial, tujuan hidup, dan rasa aman finansial juga memegang peranan besar. Mengandalkan seks sebagai satu-satunya jalan menuju bahagia justru dapat menimbulkan kekecewaan. Banyak orang yang tetap merasa utuh dan bahagia meski tidak aktif secara seksual. Menurut psikolog klinis Ryan C. Warner, Ph.D., perspektif ini penting agar seks tidak dibebani ekspektasi berlebihan.

Pentingnya sikap sehat terhadap seks

Sikap sehat terhadap seks berarti memahami batas diri dan menghormati pilihan pribadi maupun pasangan, jelas Warner. Seks yang dijalani dengan kesadaran dan komunikasi terbuka cenderung memberikan dampak positif secara emosional. Edukasi seks membantu seseorang mengenali kebutuhan, keinginan, dan batasannya sendiri. Dengan pemahaman ini, seks dapat menjadi pengalaman yang memperkaya, bukan membingungkan. Sikap inilah yang berperan besar dalam kaitan antara seks dan kesejahteraan mental.

Pada akhirnya, seks memang bisa berkontribusi pada rasa bahagia, tetapi bukan sebagai formula instan. Kebahagiaan yang muncul dari seks biasanya tumbuh dari relasi yang sehat, komunikasi yang jujur, dan rasa saling menghargai. Edukasi seks berperan penting untuk membantu seseorang memahami makna seks secara utuh, bukan semata-mata fisik. Dengan sudut pandang yang lebih seimbang, seks dapat menjadi bagian alami dari kesejahteraan emosional. Bukan untuk dikejar, melainkan dijalani dengan kesadaran dan rasa aman. (FSY/VOI)

 

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya