Hidup Sehat dari Kebiasaan Harian
Teryata Bukan Radiasi, Ini Bahaya Penggunaan HP Berlebihan
Yang lebih penting adalah mengontrol durasi penggunaan, bukan sekadar khawatir pada radiasi. (INTERNET)
RSNEWSROOM - Penggunaan ponsel sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, hampir semua aktivitas melibatkan layar kecil ini. Tak heran jika muncul kekhawatiran, apakah radiasi dari Handphone (HP) bisa membahayakan kesehatan, hingga memicu kanker?
Isu ini kembali ramai dibicarakan setelah Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr. menyuarakan kekhawatirannya tentang dampak radiasi ponsel dan jaringan 5G terhadap kesehatan manusia. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan ilmiah terbaru?
Memang benar ponsel memancarkan radiasi, tepatnya radiasi frekuensi radio (radiofrequency/RF). Namun, jenis radiasi ini termasukradiasi non-pengion, yaitu radiasi berenergi rendah yang berbeda dari radiasi berbahaya seperti sinar-X.
Menurut National Cancer Institute, kekhawatiran terhadap ponsel muncul karena dua hal yakni ponsel memancarkan radiasi (meski rendah) dan tingginya durasi penggunaan oleh masyarakat.
Namun penting dipahami, radiasi RF juga terdapat pada banyak perangkat lain seperti televisi, microwave, dan Wi-Fi. Jadi paparan ini tidak hanya dari ponsel.
Kekhawatiran terbesar biasanya terkait kanker otak, karena ponsel sering digunakan dekat kepala. Namun menurut para ahli, jenis radiasi yang terbukti dapat menyebabkan kanker adalahradiasi pengion, bukan radiasi dari ponsel.
"Radiasi pengion mampu merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker. Radiasi ini ditemukan pada sinar-X dan bahan radioaktif, bukan pada ponsel," ujar Dr Herbert Newton, ahli neuro-onkologi, dikutip dari laman Men's Health.
Sementara itu, penelitian besar yang didanai oleh World Health Organization pada 2024 dengan hampir 5.000 peserta menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dan peningkatan risiko kanker otak, bahkan pada pengguna jangka panjang.
Hal ini juga sejalan dengan pandangan lembaga kesehatan besar lainnya yang menyatakan bukti ilmiah saat ini belum mendukung adanya hubungan langsung antara radiasi HP dan kanker.
Selain ponsel, menara seluler juga sering menjadi sasaran kekhawatiran. Namun, studi yang sama juga menemukan bahwa keberadaan menara seluler tidak meningkatkan risiko kanker pada masyarakat di sekitarnya.
Dengan kata lain, baik penggunaan HP maupun paparan dari infrastruktur jaringan belum terbukti berbahaya dalam konteks kanker.
Meski tidak terbukti menyebabkan kanker, bukan berarti penggunaan HP sepenuhnya tanpa risiko.
Dr Karishama Patwa, ahli jantung menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang menghubungkan radiasi ponsel dengan penyakit jantung. Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak penelitian masih memiliki keterbatasan.
"Risiko yang justru lebih nyata adalah kecanduan layar (screen addiction), gangguan tidur, nyeri leher, bahu, dan punggung, kelelahan mata, serta peningkatan gejala kecemasan dan depresi," kata Patwa.
Jika tetap ingin mengurangi paparan radiasi, ada beberapa langkah sederhana seperti:
- Gunakan speaker atau earphone saat menelepon
- Hindari menempelkan HP terlalu lama di telinga
- Batasi waktu penggunaan layar Telepon Seluler
- Jaga jarak perangkat dari tubuh saat tidak digunakan
Namun yang lebih penting adalah mengontrol durasi penggunaan, bukan sekadar khawatir pada radiasi. (FSY/VOI)






