- Home
- Konsultasi 18+
- Ada Gejala Penyakit Jantung, Aman atau Beresiko Hubungan Seks?
Edukasi Seksual dan Kesehatan
Ada Gejala Penyakit Jantung, Aman atau Beresiko Hubungan Seks?
Penyakit jantung dan pengobatannya bisa memengaruhi fungsi seksual. Selain itu, beberapa obat untuk masalah seksual umum mungkin tidak aman untuk penderita penyakit jantung. (Foto Istimewa/int)
RSNEWSROOM - Serangan jantung bisa memicu berbagai emosi seperti sedih, khawatir, dan takut. Tapi setelah masa awal itu berlalu, banyak orang hanya ingin hidupnya kembali normal. Namun di antara berbagai saran tentang pemulihan dan menjaga kesehatan jantung, ada satu topik yang jarang dibahas, yakni hubungan seksual.
"Pasien saya jarang bertanya soal seks, dan saya juga biasanya tidak membahasnya," kata Dr. Emily Lau, ahli jantung di Rumah Sakit Umum Massachusetts yang terafiliasi dengan Harvard, dikutip VOI dari laman Harvard Health Publishing beberapa waktu lalu.
Padahal, penyakit jantung dan pengobatannya bisa memengaruhi fungsi seksual. Selain itu, beberapa obat untuk masalah seksual umum mungkin tidak aman untuk penderita penyakit jantung.
Penyumbatan pembuluh darah karena penumpukan plak (aterosklerosis) adalah penyebab utama serangan jantung. Tapi aterosklerosis juga bisa memengaruhi aliran darah ke organ intim. Akibatnya, pria bisa mengalami kesulitan ereksi, dan wanita mungkin mengalami kurangnya aliran darah ke vagina, sehingga sulit terangsang atau kurang pelumasan.
Tekanan darah tinggi juga bisa merusak lapisan dalam pembuluh darah, yang memperparah aterosklerosis dan gangguan seksual. Selain itu, beberapa obat tekanan darah bisa menurunkan gairah seksual atau menyulitkan mencapai orgasme, baik pada pria maupun wanita.
Obat yang paling sering menimbulkan efek ini adalah beta blocker dan diuretik thiazide. Efek seksual lebih jarang terjadi pada obat golongan ACE inhibitor, angiotensin-receptor blocker, dan calcium-channel blocker.
Bagi kebanyakan pria dengan penyakit jantung, obat untuk disfungsi ereksi seperti sildenafil, tadalafil, dan vardenafil aman digunakan, kecuali bagi mereka yang mengonsumsi nitrat (obat untuk nyeri dada atau angina). Sebab jenis obat ini melebarkan pembuluh darah. Penggunaannya secara bersamaan bisa menyebabkan tekanan darah turun drastis.
Untuk wanita, gejala menopause seperti hot flashes, keringat malam, dan kekeringan vagina bisa mengganggu kehidupan seksual. Produk estrogen bisa membantu meredakan gejala ini, tetapi wanita dengan penyakit jantung sebaiknya tidak menggunakan estrogen sistemik, seperti pil atau koyo.
Produk estrogen yang digunakan langsung ke vagina, seperti krim atau supositoria aman dan efektif untuk mengatasi kekeringan serta rasa tidak nyaman saat berhubungan.
Beberapa pasangan menghindari seks setelah serangan jantung karena takut kejadiannya terulang. Namun, bagi kebanyakan orang, aktivitas seksual aman dan setara dengan aktivitas fisik ringan sampai sedang seperti jalan cepat atau naik dua tangga.
Jika Anda ikut program rehabilitasi kardiovaskular yang biasanya dimulai sekitar satu bulan setelah serangan jantung, Anda akan menjalani tes treadmill untuk jantung. Hasil normal memberikan kepastian Anda aman untuk kembali berolahraga dan berhubungan intim.
Jika Anda menjalani prosedur kateterisasi (pemasangan selang ke jantung melalui pembuluh darah di paha), tunggu sampai luka benar-benar sembuh sebelum kembali berhubungan. Setelah operasi jantung terbuka, tunda aktivitas seksual sampai tulang dada pulih, biasanya sekitar 6 hingga 8 minggu. Setelah itu pun, hindari posisi yang memberi tekanan pada dada selama beberapa bulan. (FSY/VOI)







