- Home
- Konsultasi 18+
- Tenyata Otak Merespon Saat Bercinta, Mulai Foreplay Hingga Orgasme
Edukasi Seksual Pasutri
Tenyata Otak Merespon Saat Bercinta, Mulai Foreplay Hingga Orgasme
Saat bercinta, seluruh organ tubuh memberikan respons terhadap rangsangan yang terjadi, terutama otak. (Internet)
RSNEWSROOM – Ini pengetahuan tambahan untuk kesehatan seksual Anda. Saat bercinta, seluruh organ tubuh memberikan respons terhadap rangsangan yang terjadi, terutama otak. Respons ini sudah dimulai sejak pasangan suami istri melakukan foreplay hingga orgasme.
Ketika foreplay atau sesi pemanasan, otak dan tubuh menjadi ‘hidup’. Korteks sensorik genital, bagian otak yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi bolak-balik dengan alat kelami mulai aktif.
Pada wanita, klitoris, vagina, dan leher rahim masing-masing mengaktifkan bagian otak yang sedikit berbeda. Daerah perineum juga akan dirangsang dalam proses rangsangan pada klitoris, vagina, atau leher rahim.
Jika sudah mendekati orgasme, maka bukan hanya alat kelamin saja yang aktif. Otak kecil, bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh, mengirimkan sinyal ke paha, bokong, dan perut untuk mulai menegang.
Ketegangan otot tersebut berkontribusi terhadap orgasme dengan meningkatkan aliran darah ke area tersebut dan meningkatkan aktivitas saraf. Pada gilirannya, hal ini mengirimkan sinyal kembali ke otak untuk merangsang.
Kemudian saat orgasme terjadi, maka bagian korteks orbitofrontal yang bertanggung jawab mengambil keputusan di otak dimatikan, sehingga dapat menyebabkan perasaan tidak terkendali.
Hal tersebut mengakibatkan sensasi yang tampaknya tidak disengaja seperti berteriak lebih keras dari yang diharapkan pada saat klimaks atau sekadar perasaan lebih berani di ranjang. Saat orgasme beberapa neurotransmitter juga bergabung di otak, seperti oksitosin, dopamin, dan vasopresin.
“Ketika Anda mencapai klimaks, tubuh Anda mengalami perubahan,” kata ginekologi, Sachchidananda Maiti, dikutip dari Ladbible.
“Otak Anda dibanjiri dengan dopamin, oksitosin, dan endorfin, bahan kimia yang sama terkait dengan relaksasi dan kebahagiaan yang mendalam,” tambahnya.
Setelah sesi klimaks berakhir, orgasme memberi sinyal pada sistem saraf parasimpatis untuk mati dan menenangkan tubuh. Otak juga memompa serotonin, yang bertanggung jawab atau suasana hati yang baik, relaksasi, dan rasa kantuk pasca berhubungan seks yang bisa membuat kita ingin tidur siang. (FSY/VOI)






