Edukasi Seksual Pria

Pria yang Rutin Bercinta Rendah Risiko Sakit Jantung

Konsultasi 18+ Minggu, 09 November 2025 - 23:24 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Pria yang Rutin Bercinta Rendah Risiko Sakit Jantung

Penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor usia, berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol. Semuanya merupakan indikator umum risiko penyakit jantung. (Internet)

RSNEWSROOM – Ini pengetahuan tambahan bagi pasangan suami istri. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pria yang rutin bercinta berisiko lebih rendah mengalami gangguan kesehatan serius, terutama penyakit jantung.

Studi tersebut dilakukan sejak 2010 oleh para peneliti dari New England Research Institute di Massachusetts, Amerika Serikat. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari seribu pria, berusia antara 40 sampai 70 tahun.

Penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor usia, berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol. Semuanya merupakan indikator umum risiko penyakit jantung.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Selama periode studi bertahun-tahun, para peserta diminta melaporkan seberapa sering mereka berhubungan seks, dan hasilnya kemudian dibandingkan dnegan kondisi kesehatan jantung.

Hasil studi menunjukkan pria yang bercinta setidaknya dua kali seminggu, risiko terkena penyakit jantung 45 persen lebih rendah dibandingkan pria yang hanya melakukannya sebulan sekali atau lebih jarang. Pria yang memiliki gairah seksual cenderung memiliki sistem kardiovaskular yang lebih kuat.

“Bercinta bisa dianggap sebagai bentuk aktivitas fisik ringan yang menstimulasi peredaran darah, menjaga elastisitas pembuluh darah, dan membantu mengatur tekanan darah,” ungkap pakar kesehatan seksual dan kardiovaskular, dr. Samantha Lee, dikutip dari LAD Bible, November 2025.

MBG dalam Berita 2

Selain manfaat fisik, hubungan seksual yang rutin juga dapat memberikan efek psikologis positif. Saat bercinta, tubuh melepaskan hormon endorfin dan oksitosin, yang membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres yang berlebihan dapat berdampak buruk pada jantung.

Meski demikian, Dokter Samantha menegaskan bahwa manfaat bercinta untuk cegah sakit jantung tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh frekuensinya. Manfaat tersebut bisa diperoleh dengan maksimal juga dipengaruhi oleh kualitas hubungan dan kondisi emosional pasangan.

“Keintiman yang sehat, baik secara emosional maupun fisik, memiliki dampak jauh lebih besar terhadap kesehatan dibandingkan aktivitas seksual semata,” tegasnya.

Dengan demikian, menjaga kedekatkan dengan pasangan dan menikmati momen bersama juga menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini juga harus disertai dengan penerapan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan sehat dan olahraga secara teratur, serta miliki kualitas tidur yang baik. (FSY/VOI)

 

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya