Makanan dan Kesehatan

Nasi dan Ayam Sisa Bisa Jadi Racun Berbahaya di Kulkas, Ini Kata Ahli Mikrobiologi

Info Sehat Jumat, 03 April 2026 - 11:59 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Nasi dan Ayam Sisa Bisa Jadi Racun Berbahaya di Kulkas, Ini Kata Ahli Mikrobiologi

Ahli mikrobiologi dari Leicester University, Dr Primrose Freestone, mengatakan bahwa makanan sisa yang disimpan tidak benar bisa menjadi salah satu penyebab keracunan makanan. (Internet)

RSNEWSROOM – Informasi berguna untuk pengelolaan makanan sehat. Tak sedikit orang menyimpan makanan sisa seperti ayam atau nasi di dalam kulkas untuk dimakan kembali esok hari. Namun, kebiasaan menyimpan dan mengonsumsi makanan sisa ini bisa berdampak pada kesehatan.

Ahli mikrobiologi dari Leicester University, Dr Primrose Freestone, mengatakan bahwa makanan sisa yang disimpan tidak benar bisa menjadi salah satu penyebab keracunan makanan.

“Keracunan makanan disebabkan karena mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri, jamur, atau virus patogen,” kata Freestone, dikutip dari Unilad, pada Rabu, 1 April 2026 lalu.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

“Meskipun banyak orang tahu bahwa keracunan makanan bisa disebabkan oleh makanan yang dimasak kurang matang atau kebiasaan persiapan makanan yang berisiko, sisa makanan yang disimpan dengan tidak benar juga merupakan penyebab utama,” tambahnya.

Terdapat beberapa jenis makanan yang ternyata tergolong berisiko tinggi dan dapat memicu keracunan jika tidak disimpan dengan benar. Makanan tersebut adalah nasi dan ayam.

Nasi dapat mengandung spora Bacillus cereus, bakteri penyebab umum keracunan makanan. Jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, spora ini dapat berkembang dan menghasilkan racun.

MBG dalam Berita 2

“Meskipun sel Bacillus mati karena panas saat memasak, sporanya tahan panas dan dapat bertahan hidup. Spora ini mampu melepaskan racun ke dalam nasi yang sudah dimasak, yang berpotensi menyebabkan muntah dan diare parah yang berlangsung hingga 24 jam,” jelasnya.

Oleh karena itu, nasi sebaiknya didinginkan dalam waktu dua jam dan hanya aman untuk dikonsumsi dalam waktu 24 jam setelah dimasak.

Sementara ayam yang sudah dimasak juga termasuk makanan berisiko tinggi jika tidak disimpan dengan benar. Supaya tetap aman, setelah ayam dimasak sebaiknya segera pisahkan bagian yang tidak akan langsung dimakan.

Risiko utama dari sisa ayam matang yang disimpan tidak benar adalah kontaminasi bakteri Salmonella atau Campylobacter yang menyebabkan diare, muntah, dan demam.

“Jika tidak akan langsung dimakan, sebaiknya ditutup dan didinginkan sesegera mungkin. Makanan tersebut harus disimpan pada suhu ruangan tidak lebih dari beberapa jam, kemudian disimpan di lemari es selama tiga hari,” ujarnya lagi (FSY/VOI).

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya