- Home
- Dokter Anda
- Cemas Bisa Picu Asam Lambung Naik, Ini Kata Dokter
Gaya Hidup Sehat
Cemas Bisa Picu Asam Lambung Naik, Ini Kata Dokter
Penelitian juga menunjukkan bahwa cemas atau stres dapat membuat otot di bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) menjadi lebih rileks. (Foto Istimewa.int)
RSNEWSROOM - Saat cemas, sebagian orang mengalami gejala seperti perih dada, mual, hingga sensasi terbakar di dada. Kondisi ini bisa jadi pertanda bahwa telah terjadi naiknya asam lambung di tengah kecemasan melanda.
Secara medis, kondisi naiknya asam lambung yang terjadi berulang dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD). Hubungan antara kecemasan dan asam lambung tidak sesederhana sebab-akibat, melainkan bersifat dua arah.
Ketika seseorang mengalami gejala asam lambung, maka bisa memicu kecemasan. Namun, di sisi lain, kecemasan juga dapat memperparah gejala asam lambung.
“Jika Anda merasakan ketidaknyamanan di tubuh, hal itu bisa menimbulkan stres. Dan stres tersebut kemudian dapat memperburuk kondisi fisik yang sudah terjadi,” kata psikolog gastrointestinal, Stephen Lupe, PsyD, dikutip dari Everyday Health, pada Jumat, 27 Maret 2026.
Penelitian juga menunjukkan bahwa cemas atau stres dapat membuat otot di bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) menjadi lebih rileks. Ini mengakibatkan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.
Meski demikian, tidak semua orang yang merasa mengalami asam lambung tinggi benar-benar memiliki kondisi GERD secara medis. Ada juga pasien dengan kecemasan memiliki hasil pemeriksaan normal, tetapi tetap merasakan gejala yang kuat.
Ahli gastroenterologi, Fernando Herbella, MD, mengatakan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit, yang dikenal sebagai reflux hypersensitivit. Ini di mana seseorang mengalami gejala seperti asam lambung naik, meskipun secara medis tidak ada gangguan yang signifikan.
“Pasien dengan kecemasan atau depresi menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap sensasi nyeri,” kata Fernando.
Dengan hubungan antara kecemasan dan asam lambung yang erat, ahli menekanan pentingnya penanganan yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada mental.
“Intervensi seperti terapi perilaku kognitif, meditasi mindfulness, dan teknik relaksasi dapat membantu mengurangi beban pada sistem saraf,” pungkasnya. (FSY/VOI)






