Provinsi Riau
Ratusan Siswa SMAN Plus Riau Demam Tinggi Mendadak, Dijemput Orang Tua dan Masuk Rumah Sakit
Kondisi demam tinggi ini pun cukup mengkhawatirkan. Bahkan yang mengalami suhu tubuh mencapai 39,5 dan 40 derajat. Setiap kelas dari 18 Rombel ada yang sakit sekitar 4 s/d 14 orang. (Dok Dewandik Riau)
RSNEWS ROOM – Banyaknya siswa yang mengalami sakit seperti batuk, pilek dan demam tinggi di SMAN Plus Riau, membuat cemas para orangtua. Mendapat informasi ini, Dewan Pendidikan (Dewandik) Provinsi Riau mendatangi sekolah unggulan tersebut, Jumat lalu.
Anggota Dewandik Riau Syafrudin dan staf sekretarit Hendra bergerak cepat ke sekolah yang berlokasi di Siak Hulu Kampar ini, guna mendapatkan infomasi yang akurat tentang peristiwa yang terjadi.
‘’Kita langsung mempertanyakan sejak kapan dan apa penyebab siswa begitu ramai dan silih berganti yang sakit. Dewandik juga mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orangtua siswa yang khawatir kesehatan anak mereka,’’ katanya.
Kedatangan tim Dewandik Riau ini diterima oleh tiga Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan Rezky Aditiya SPd, Wakepsek Bidang Kurikulum Rosnani MPd dan Wakepsek Bidang Humas Afridayeni MPd. Sementara Kepsek SMAN Plus sedang ada kegiatan resmi di luar sekolah.
Dalam pengakuan para Wakepsek ini, siswa SMAN Plus mulai terjangkit sakit sejak adanya Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Komando (LKBB Komando). Kegiatan ini berlangsung 3-5 Oktober lalu. Senada dengan itu, juga ada rehab berat Asrama Putra 1 dan Asrama Putra 2. Tidak hanya itu, beberapa ruang kelas juga ada jalani proses rehab yaitu Kelas X-1 s/d X-5.
Dugaan lain juga adanya pembangunan baru Asrama 4 Putri Anggaran 2025 ini yang menggunakan dana APBD Riau dan APBN. Ditambah lagi, cuaca yang cukup ekstrim dan datangnya musim hujan. Sementara tempat tidur siswa mengalami perubahan.
‘’Diperkirakan sejak 5 Oktober, siswa sudah mulai ada yang sakit. Puncaknya hingga 24 Oktober, sudah ada 135 siswa yang sakit,’’ kata Afrida Yeni.
Saat meninjau fasilitas siswa, anggota Dewandik ini mendapatkan informasi bahwa siswa yang diungsikan akibat pembangunan ini sekitar kurang 300 orang dan semuanya siswa laki-laki.
Mendapatkan situasi ini, Syafrudin sangat khawatir sebab dari 567 siswa, sudah 135 orang yang mengalami sakit. ‘’Anehnya yang sakit silih berganti dan dipulangkan atau dijemput oleh orangtua masing-masing, untuk dapat diobat rawan jalan. Bahkan ada yang masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif,’’ lanjutnya.
Kondisi demam tinggi ini pun cukup mengkhawatirkan. Bahkan yang mengalami suhu tubuh mencapai 39,5 dan 40 derajat. Setiap kelas dari 18 Rombel ada yang sakit sekitar 4 s/d 14 orang.
‘’Begitu juga ada beberapa guru yang mengalami hal yang sama. Ini sudah tergolong kondisi luar biasa (KLB) dan sangat mengkuatirkan. Sebanyak 23,8 persen yang sakit dari jumlah siswa keseluruhan. Harusnya tidak dibiarkan. Dinas Pendidikan Riau sebaiknya harus sudah memiliki langkah antisipasi. Misalnya dengan mengecek atau memeriksa ke laboratorium, supaya tau apa penyebabnya. Apa ISPA, virus stau DBD,’’ tambahnya berharap. (FSY/MNA)






