Nasional

Waduh, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Waspadai Penularan Super Flu di Indonesia

Peristiwa Jumat, 02 Januari 2026 - 21:33 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : FA Syam  
Waduh, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Waspadai Penularan Super Flu di Indonesia

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi (Internet)

RSNEWSROOM – Ada perkembangan kesehatan terbaru. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, meminta pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan adanya kasus influenza A H3N2 yang disebut sebagai super flu di Indonesia.

Sebab, meski saat ini belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), ancaman penyakit menular tersebut tidak boleh dianggap remeh. “Hal ini tidak boleh dianggap remeh, meskipun saat ini belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa,” ungkapnya, Jumat (2/1/2026).

Dia menyebut, dari perspektif DPR RI, khususnya Komisi IX yang membidangi kesehatan, kewaspadaan dini menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit menular. Ia mengingatkan, pengalaman pandemi COVID-19 sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

“Pengalaman pandemi sebelumnya harus menjadi pelajaran bahwa sistem kesehatan harus selalu siap menghadapi potensi lonjakan penyakit menular, sekecil apa pun indikasinya di awal,” sambung Nurhadi.

Dia mendorong Kementerian Kesehatan untuk terus memperkuat sistem surveilans epidemiologi, meningkatkan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan, serta memastikan kesiapan layanan primer dan rumah sakit.

Upaya tersebut dinilai penting, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta. “Edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan, tetapi tetap meningkatkan kesadaran akan pencegahan, seperti menjaga kebersihan, etika batuk, dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala,” tambah Nurhadi.

MBG dalam Berita 2

Seperti diketahui, kasus influenza A (H3N2) atau yang populer disebut super flu sudah teridentifikasi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hingga akhir Desember 2025 mencatat terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien merupakan perempuan dan kelompok usia anak.

Superflu biasanya menunjukkan gejala dalam tiga hingga empat hari, mulai dari demam, sakit kepala, mual, hingga rasa tidak enak badan. Lansia, kelompok dengan imunitas rendah, serta tingkat kebugaran rendah menjadi kelompok paling berisiko karena rentan mengalami komplikasi serius, termasuk gangguan pembuluh darah dan serangan jantung. (FSY/VOI)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya