Kasus Terbaru Dunia Kesehatan

Lagi Viral, Dunia Waspada Kasus Amoeba Pemakan Otak Melonjak di India

Peristiwa Sabtu, 20 September 2025 - 14:48 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Lagi Viral, Dunia Waspada Kasus Amoeba Pemakan Otak Melonjak di India

Kerala. Infeksi ini disebabkan oleh Naegleria fowleri atau dikenal sebagai ‘amoeba pemakan otak’, yang bisa menyebabkan kematian. (Internet)

RSNEWSROOM – Dunia kesehatan kembali terguncang pasca covid 19. India saat ini menghadapi lonjakan kasus Primary Ameobic Meningoencephalitis (PAM), tepatnya di kawasan Kerala. Infeksi ini disebabkan oleh Naegleria fowleri atau dikenal sebagai ‘amoeba pemakan otak’, yang bisa menyebabkan kematian.

Dikutip dari BBC, pada Sabtu 20 September, tahun ini sudah lebih dari 70 orang terdiagnosis PAM dan 19 di antaranya meninggal dunia. Pasien yang terinfeksi PAM mengeluhkan berbagai gejala.

Salah satu pasien bernama Sobhana mengeluhkan pusing dan tekanan darah tinggi. Ia bekerja sehari-hari dan akhirnya berobat ke dokter, hingga diberi obat lalu dipulangkan.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Namun, kondisinya justru memburuk dengan cepat. Rasa tidak nyaman berubah menjadi demam dan menggigil, hingga akhirnya 5 September 2025, Sobhana meninggal dunia, dan penyebab kematian adalah infeksi amoeba pemakan otak.

“Kami tidak berdaya menghentikannya. Kami baru mengetahui penyakit ini setelah kematian Sobhana,” kata Ajitha Kathiradtah, sepupu korban.

Infeksi PAM merupakan infeksi langka yang biasanya masuk ke tubuh melalui hidung saat seseorang berenang di air tawar. Kasus ini sangat jarang terjadi, sehingga kebanyakan dokter tidak pernah menanganinya.

MBG dalam Berita 2

Amoeba ini biasanya hidup dengan memakan bakteri di air tawar hangat. Namun, saat masuk ke tubuh manusia melalui hidung ketika berenang, amoeba ini dapat menyebabkan infeksi otak yang hampir selalu berakibat fatal.

Jika sudah terinfeksi, pasien biasanya mengalami gejala yang mendadak dan parah. Ini meliputi sakit kepala parah, demam tinggi, mual, dan muntah, seperti yang dialami oleh Sobhana.

Seiring berjalannya waktu, gejala ini berkembang menjadi leher kaku, kebingungan, kurangnya fokus, kehilangan keseimbangan, halusinasi, kejang, hingga koma dan kematian.

Gejala tersebut biasanya berkembang dengan sangat cepat dan sebagian besar penderita meninggal dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah terinfeksi dan gejala muncul. (FSY/VOI)

 

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya