Jaga Kesehatan Gula Darah

Ini 7 Kebiasaan Harian yang Buat Gula Darah Naik Melejit

Obat Jumat, 16 Januari 2026 - 13:28 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Ini 7 Kebiasaan Harian yang Buat Gula Darah Naik Melejit

Meski sudah mengatur pola makan dengan baik, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa membuat kadar gula darah naik tanpa disadari. (Internet)

RSNEWSROOM – Jaga kesehatan sangat perlu. Menjaga kadar gula darah tetap stabil memang penting untuk kesehatan tubuh, terutama bagi yang memiliki risiko diabetes. Namun, meski sudah mengatur pola makan dengan baik, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa membuat kadar gula darah naik tanpa disadari.

Penting diketahui, perbaiki kebiasaan harian yang dapat memicu lonjakan gula darah lebih cepat dari yang Anda bayangkan berikut ini.

1. Tidak menangani stres dengan baik

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Stres adalah salah satu penyebab utama lonjakan gula darah yang sering luput dari perhatian. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang membuat gula darah meningkat sebagai sumber energi cepat. Jika stres berlangsung lama, tubuh akan kesulitan menurunkan kadar gula tersebut. Untuk mengatasinya, luangkan waktu relaksasi seperti bermeditasi, mendengarkan musik, atau sekadar berjalan santai agar tubuh dan pikiran kembali tenang.

2. Olahraga terlalu intens

Olahraga memang penting, tetapi intensitas yang berlebihan bisa memberikan efek sebaliknya. Mengutip Eating Well, aktivitas fisik yang terlalu berat mendorong hati melepaskan gula tambahan untuk memenuhi kebutuhan energi, sehingga kadar gula darah justru melonjak. Maka pilihlah latihan dengan intensitas sedang seperti berjalan kaki, yoga, atau pilates yang tetap menyehatkan tanpa membebani tubuh. Lebih penting lagi untuk dipahami, bahwa konsistensi lebih penting daripada memaksakan diri melakukan olahraga intensitas tinggi setiap hari.

MBG dalam Berita 2

3. Konsumsi obat tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping terhadap kadar gula darah. Kortikosteroid, antipsikotik, atau obat diuretik bisa meningkatkan gula darah meskipun Anda tidak mengubah pola makan. Karena itu, penting untuk selalu memberi tahu dokter mengenai riwayat kesehatan Anda sebelum mengonsumsi obat apa pun. Jangan menghentikan atau mengganti dosis obat tanpa konsultasi medis agar keseimbangan tubuh tetap terjaga.

4. Kurang cairan dalam tubuh

Dehidrasi sering kali dianggap sepele, padahal berpengaruh langsung terhadap gula darah. Saat tubuh kekurangan cairan, kadar glukosa di dalam darah menjadi lebih pekat dan sulit diolah oleh tubuh. Minum air putih secara rutin membantu menjaga sirkulasi dan metabolisme tetap lancar. Jadi, biasakan memenuhi kebutuhan cairan harian, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan atau cuaca sedang panas.

5. Terlalu percaya pada makanan berlabel “bebas gula”

Label “sugar-free” sering kali menipu karena tidak selalu berarti tanpa karbohidrat. Produk seperti biskuit, minuman, atau camilan bebas gula bisa saja tetap mengandung pemanis buatan dan karbohidrat yang memicu lonjakan gula. Membaca label nutrisi dengan teliti menjadi langkah penting agar Anda tahu total kandungan karbohidrat, bukan hanya jumlah gulanya. Ingat, sesuatu yang “bebas gula” belum tentu bebas dari risiko.

6. Kurang tidur berkualitas

Tidur malam yang kurang dari enam jam dapat membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin, sehingga kadar gula darah meningkat. Selain itu, kurang tidur juga memicu rasa lapar berlebihan dan keinginan makan makanan manis. Jadi, usahakan tidur cukup antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam dengan waktu tidur yang teratur. Sebab tidur yang berkualitas membantu tubuh memperbaiki diri dan menjaga metabolisme tetap seimbang.

7. Paparan sinar matahari berlebihan

Meski sinar matahari bermanfaat untuk vitamin D, paparan yang terlalu lama dapat menyebabkan stres pada tubuh. Saat kulit terpapar matahari dalam waktu yang lama, hormon kortisol ikut meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan gula darah. Untuk mencegah gula darah naik karena hal ini, disarankan gunakan tabir surya dan hindari paparan ekstrem terutama di siang hari untuk melindungi kulit dan menjaga tubuh tetap stabil.

Menjaga gula darah tetap stabil tidak selalu berarti hidup penuh pantangan. Kuncinya adalah mengenali kebiasaan kecil yang diam-diam memengaruhi metabolisme tubuh.

Dengan mengelola stres, menjaga hidrasi, tidur cukup, dan lebih cermat membaca label makanan, Anda bisa membantu tubuh bekerja dengan lebih seimbang. Jika lonjakan gula darah terjadi terus-menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penanganannya sesuai kebutuhan Anda. (FSY/SP)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya