Program Prioritas Nasional Prabowo

Program Cek Kesehatan dan Makan Bergizi Gratis Perlu Kolaborasi

Nasional Sabtu, 09 Agustus 2025 - 09:58 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Program Cek Kesehatan dan Makan Bergizi Gratis Perlu Kolaborasi

Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana (Foto Istimewa)

RSNEWS - Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana menilai pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan dua program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Yakni program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penilaian Cellica tersebut dikemukakan dal diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'CKG dan Gizi Gratis: Strategi Preventif Pastikan Generasi Indonesia Emas',  di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, beberap hari lalu.

Cellica mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal keberhasilan program CKG dan MBG sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

"Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan CKG dan MBG.  Dua program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tapi seluruh elemen bangsa," katanya.

Cellica menyebutkan bahwa dua mitra utama Komisi IX terkait program tersebut, yakni Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional, memiliki peran strategis dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita. Khususnya poin keempat mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kesetaraan gender.

"Kalau membangun fisik bisa dilakukan melalui perencanaan penganggaran dan pembangunan dalam jangka waktu tertentu dan relative tak memerlukan waktu lama," ujarnya.

MBG dalam Berita 2

“Namun membangun sumber daya manusia butuh waktu panjang, komitmen kuat, serta kolaborasi dari semua stakeholder—akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, hingga media," tambahnya lagi.

Cellica menyoroti program CKG yang kini tengah berjalan dan telah menjangkau 16 juta masyarakat Indonesia. Sedangkan target program CKG sebanyak 53 juta peserta didik yang menjadi upaya preventit sangat penting dalam mendeteksi dini potensi penyakit, terutama penyakit tidak menular pada anak-anak.

"Tenaga kesehatan kita turun langsung ke sekolah-sekolah, dari SD hingga SMA/SMK, untuk memeriksa kesehatan anak-anak," ujarmya.

"Ketika ditemukan risiko penyakit, harus ada penanganan cepat tidak hanya preventif, tetapi juga kuratif dan rehabilitatif termasuk bila ditemukan penyakit pada kategori umur lainnya," kata mantan Bupati Karawang itu. (FSY/SP)

 

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya