- Home
- Konsultasi 18+
- Jika Libido Menurun, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Edukasi Seksual dan Kesehatan
Jika Libido Menurun, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penurunan libido berlangsung terus-menerus, perlu dicari penyebabnya karena bisa berdampak negatif. (Internet)
RSNEWSROOM - Penurunan hasrat seksual atau libido rendah adalah masalah umum yang bisa dialami pria maupun wanita. Menurut National Health Service (NHS), sekitar satu dari lima pria mengalami penurunan libido, dan wanita juga bisa mengalaminya.
Masalah ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan tidak selalu menandakan adanya penyakit serius. Contohnya stres, perubahan tahap kehidupan seperti kehamilan, melahirkan, atau menyusui.
Namun, jika penurunan libido berlangsung terus-menerus, perlu dicari penyebabnya karena bisa berdampak negatif.
"Hal pertama yang penting adalah mengetahui seberapa besar penurunan libido itu," kata Catarina de Morales, psikiater dan sekretaris Asosiasi Medis Seksual Brasil, dikutip dari laman BBC.
"Seringkali orang bingung membedakan masalah ereksi, performa seksual, kepuasan seksual, dan penurunan libido. Padahal ini berbeda," tambahnya.
Menurut endokrinolog Diego Fonseca, diagnosis medis untuk libido rendah biasanya memerlukan gejala yang berlangsung setidaknya enam bulan. Namun, menurut Ribeiro Marisca dari Women Hospital, durasinya bisa berbeda tiap orang. Berikut empat penyebab utama libido menurun.
1. Perubahan Rutinitas dan Fase Kehidupan
Stres, kelelahan, perubahan gaya hidup, atau mengurus anak bisa menurunkan libido.
"Jika libido menurun karena alasan ini, itu bukan penyakit. Bahkan sering berhubungan seksual bisa membuat libido menurun seiring waktu," kata Catarina de Morales.
Selama hubungan seksual tetap memuaskan, penurunan libido tidak perlu dikhawatirkan.
2. Masalah Kesehatan Mental
Depresi, kecemasan, dan stres bisa menurunkan hasrat seksual karena memengaruhi kimia otak seperti serotonin dan dopamin. Beberapa obat antidepresan juga bisa menimbulkan efek samping pada libido.
"Pasien sebaiknya tetap menjalani pengobatan dan diskusikan masalah seksual dengan dokter," kata psikiater.
Terapi psikologis, olahraga, dan perubahan gaya hidup bisa membantu meningkatkan libido.
3. Perubahan Hormon
Hormon estrogen pada wanita dan testosteron pada pria berperan penting dalam libido. Estrogen memengaruhi kesehatan genital dan kepuasan emosional, sementara testosteron terkait produksi sperma, hasrat seksual, dan kesehatan mental.
"Diagnosis masalah hormon cukup kompleks. Tidak semua pasien memerlukan obat; konseling tentang perubahan tubuh juga bisa membantu," kata Dr. Caroline Castro, endokrinolog.
4. Penyakit Lain yang Memengaruhi Tubuh
Beberapa penyakit bisa menurunkan libido secara langsung atau tidak langsung.
- Penyakit otak seperti multiple sclerosis, epilepsi, cedera tulang belakang.
- Diabetes dapat menurunkan libido karena kelelahan atau kerusakan saraf. - Penyakit jantung membuat stamina berkurang dan obat-obatan juga bisa memengaruhi libido.
Pentingnya komunikasi
Tidak ada obat instan untuk meningkatkan libido. Setiap kasus berbeda, dan perawatan tergantung kondisi masing-masing. Untuk cara mengatasinya, sebaiknya Anda berbicara dengan pasangan agar menemukan solusinya.
"Penting untuk membicarakan libido rendah secara jujur. Meski canggung, komunikasi bisa menghilangkan kesalahpahaman dan memberi kesempatan untuk mencari solusi bersama." kata Diego Fonseca.
Dengan komunikasi terbuka, pemahaman bersama, dan penanganan sesuai penyebab, libido bisa membaik dan hubungan pasangan tetap harmonis. (FSY/VOI)






