- Home
- Konsultasi 18+
- Sering Bercinta, Penelitian Ahli Ternyata Bisa Bebaskan Asam Urat
Kesehatan Seksual Masyarakat
Sering Bercinta, Penelitian Ahli Ternyata Bisa Bebaskan Asam Urat
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine meneliti hubungan antara asam urat, kesehatan seksual, dan kualitas hubungan dengan pasangan. (Internet)
RSNEWSROOM – Berbagai cara harus dilakukan untuk jaga kesehatan seksual. Asam urat selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyakitkan dan kerap kambuh tanpa peringatan. Nyeri sendi yang hebat, terutama di jempol kaki, sering membuat penderitanya kesulitan beraktivitas.
Namun sebuah temuan ilmiah terbaru mengungkap cara tak terduga yang dinilai bisa membantu meredakan gejala asam urat yakni menjalani kehidupan seksual yang aktif.
Asam urat merupakan jenis radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian. Penyakit ini pernah dijuluki sebagai 'penyakit para raja', karena dahulu dikaitkan dengan pola makan mewah yang tinggi daging dan alkohol. Meski begitu, penderita asam urat modern datang dari berbagai latar belakang dan usia.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine meneliti hubungan antara asam urat, kesehatan seksual, dan kualitas hubungan dengan pasangan.
Para peneliti meninjau berbagai studi sebelumnya yang membahas kaitan asam urat dengan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, serta dampaknya terhadap kehidupan berpasangan.
Hasilnya menunjukkan bahwa asam urat memang dapat mengganggu performa seksual. Namun sebaliknya, kehidupan seksual yang sehat justru dapat membantu pengelolaan penyakit tersebut.
Peneliti utama, Dr. Andrea Sansone, ahli endokrinologi dari University of Rome Tor Vergata menyatakan adanya hubungan dua arah antara asam urat dan kesehatan seksual.
"Pengelolaan asam urat yang lebih baik akan berdampak positif pada kesehatan seksual. Sebaliknya, menjaga kehidupan seksual yang sehat juga dapat membantu mengendalikan penyakit asam urat," ujar Dr. Sansone, dikutip dari laman Mirror.co.uk.
Ia juga menekankan peran penting pasangan dalam proses penyembuhan.
"Kehadiran pasangan dapat meningkatkan kesejahteraan perilaku pasien asam urat, yang berdampak baik pada kesehatan seksual sekaligus pengelolaan penyakitnya," katanya.
Menurut Sansone, hubungan timbal balik antara asam urat dan disfungsi seksual membuka bab baru dalam dunia medis.
"Asam urat dapat berdampak negatif pada kesehatan seksual, namun upaya untuk menjaga kehidupan seksual yang sehat berpotensi memperbaiki hasil klinis dan terapi asam urat," jelasnya.
Temuan ini turut mendapat tanggapan dari pakar lain. Dr. Mark Russell, ahli reumatologi dari King’s College London, menilai penelitian tersebut memberi sudut pandang baru tentang dampak asam urat terhadap kehidupan pasien.
"Studi ini menyoroti salah satu dari banyak dampak asam urat terhadap kualitas hidup pasien," kata Russell.
Ia menjelaskan bahwa asam urat memengaruhi sekitar satu dari 40 orang di Inggris dan sering kali kurang terdiagnosis serta kurang ditangani dengan optimal.
Russell menambahkan bahwa pengobatan asam urat sebenarnya cukup efektif jika dijalani secara rutin.
"Ada obat seperti allopurinol yang sangat efektif untuk mengontrol asam urat dan mencegah komplikasi. Penelitian ini menyoroti kemungkinan hubungan antara kesehatan seksual dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan," ujarnya.
Menurutnya, pasien dengan dukungan pasangan cenderung lebih patuh menjalani terapi, yang pada akhirnya membantu mengontrol penyakit dalam jangka panjang.
Berdasarkan data layanan kesehatan Inggris (NHS), asam urat paling sering menyerang pria di atas usia 30 tahun dan perempuan setelah menopause.
Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur, pola makan seimbang, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan rokok juga berperan penting dalam mencegah kekambuhan.
Meski seks bukanlah pengganti obat, para ahli menegaskan bahwa kehidupan seksual yang sehat dan hubungan yang suportif dapat menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh untuk membantu penderita asam urat menjalani hidup yang lebih nyaman dan berkualitas. (FSY/VOI)






