- Home
- Konsultasi 18+
- Selalu Lihat Pasangan Lain di Media Sosial, Ini Gangguan Hubungan Seksual yang Muncul
Edukasi Seksual Masyarakat
Selalu Lihat Pasangan Lain di Media Sosial, Ini Gangguan Hubungan Seksual yang Muncul
Menggunakan media sosial terus-menerus dapat membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang yang dilihat di media sosial. (Internet)
RSNEWSROOM – Ini harus menjadi perhatian bersama. Penggunaan media sosial memang bisa berdampak negatif pada kehidupan seseorang. Dampak tersebut bahkan dapat mengganggu aspek seksual dalam hidup seseorang.
“Banyak orang berpikir media sosial adalah gangguan yang tidak berbahaya, tetapi secara halus mengatur ulang cara kita terhubung, mengatur emosi kita, dan efek riak itu akan muncul juga di kamar tidur,” kata terapis, Holly Nelson, dikutip dari Huffpost, beberapa waktu lalu.
Adapun cara media sosial bisa menggangu kehidupan seksual seseorang salah satunya adalah dengan efek penghargaan diri yang rendah. Menggunakan media sosial terus-menerus dapat membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang yang dilihat di media sosial.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa rendah akan dirinya sendiri, yang pada akhirnya bisa berisiko mengalami disfungsi seksual atau bahkan tidak menginginkan seks.
“Jika kita mengalami harga diri yang rendah, keraguan diri atau kecemasan, kita berisiko mengalami difungsi seksual atau tidak menginginkan seks sama sekali,” tutur seksolog dan pendidik seksualitas, Mindy DeSeta.
Selain itu, dengan perkiraan konservatif, orang dewasa bisa menghabiskan rata-rata hampir 2,5 jam per hari di media sosial. Kemudian mereka juga harus membagi waktu untuk bekerja dan kewajiban lainnya, yang membuat semakin tidak punya waktu untuk keintiman bersama pasangan.
Banyak pasangan yang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur menatap layar, daripada menatap satu sama lain atau berinteraksi. Kondisi ini dapat membuat aktivitas seksual dan kedekatan emosional semakin menjauh dari hubungan pasangan tersebut.
“Pilihan ini membuat orang lain merasa ditolak, dan pasangan dapat mulai menjadi jauh secara emosional,” katanya.
Penggunaan media sosial terutama jika berlebihan juga dapat menggangu tidur, yang meningkatkan stres. Kurang tidur dan stres memicu disfungsi seksual.
“Stimulasi digital yang berlebihan dapat membajak sistem penghargaan otak, membuat keintiman kehidupan nyata terasa kurang menarik dan menguras energi,” lanjut Nelson.
Oleh karena itu, Nelson merekomendasikan untuk menghindari waktu menatap layar setidaknya satu jam sebelum tidur. Perbanyak waktu berinteraksi dengan pasangan sebelum tidur, yang bermanfaat untuk menguatkan ikatan emosional dan gairah satu sama lain.
Tak hanya itu, dianjurkan juga untuk mengubah apa yang dilihat di media sosial. Mulailah untuk melihat atau mengikuti akun yang menunjukkan kepositifan seks, hingga yang membangun rasa kepercayaan diri.
“Atur ulang algoritma Anda dan kurasi umpan Anda untuk menyertakan kretaor yang beragam dan netral terhadap tubuh yang merayakan semua bentuk, ukuran, dan identitas,” pungkas Nelson. (FSY/VOI)






