Edukasi Seksual Pasutri

Berapa Kali Hubungan Seks Sepekan? Hasil Studi Terbaru Sebaiknya Dua Kali untuk Kurangi Risiko Penyakit

Konsultasi 18+ Jumat, 28 November 2025 - 21:15 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Berapa Kali Hubungan Seks Sepekan? Hasil Studi Terbaru Sebaiknya Dua Kali untuk Kurangi Risiko Penyakit

Secara keseluruhan, pria yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk berhubungan seks secara rutin cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat. (Internet)

RSNEWSROOM – Ini bisa menjadi pedoman bagi pasutri. Sebuah studi mengungkapkan  pria sebaiknya berhubungan seks dua kali dalam seminggu jika ingin menurunkan risiko terkena masalah kesehatan serius. Berhubungan intim, baik dengan pasangan maupun dengan diri sendiri, ternyata membawa banyak manfaat. Mulai dari mengurangi stres dan kecemasan, membantu tidur lebih nyenyak, hingga meningkatkan sistem imun tubuh.

Di sisi lain, ada juga manfaat dari masa ‘puasa’ seks yang lebih panjang, mungkin itu sebabnya beberapa orang ikut meramaikan tren No Nut November belakangan ini. Bagaimanapun, sikap masyarakat terhadap seks kini makin terbuka.

Banyak orang yang lebih nyaman berbagi cerita tentang kehidupan ranjang mereka, meski tidak semuanya perlu dijadikan konten.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Dilansir dari laman ladbible, bagi Anda yang sudah lama bersama pasangan atau merasa terinspirasi dari tokoh tertentu,  studi tahun 2010 menunjukkan frekuensi minimum yang sebaiknya dituju pria adalah dua kali seminggu.

Tentu saja, dua kali seminggu bisa terdengar banyak atau sedikit, tergantung usia dan status hubungan seseorang. Tapi angka itu dianggap ideal jika pria ingin menurunkan risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pria di Amerika. Hasilnya pria yang berhubungan seks secara rutin memiliki risiko 45 persen lebih rendah mengalami penyakit jantung yang mengancam nyawa dibanding mereka yang melakukannya sebulan sekali atau lebih jarang.

MBG dalam Berita 2

Para ilmuwan di New England Research Institute, Massachusetts menjelaskan manfaat seks kemungkinan berasal dari efek fisik sekaligus emosional pada tubuh.

Mereka meneliti pria berusia 40 hingga 70 tahun dengan mempertimbangkan faktor usia, berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol, semua yang bisa memengaruhi risiko penyakit jantung.

Selama 16 tahun, para peserta diminta melaporkan seberapa sering mereka berhubungan seks dan menjalani pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala.

Secara keseluruhan, pria yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk berhubungan seks secara rutin cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat.

Bagi yang ingin menjaga kesehatan jantung namun belum punya pasangan atau kemampuan sosial yang mendukung aktivitas seksual, tenang saja. Seorang dokter juga pernah menjelaskan seberapa sering masturbasi yang dianggap cukup untuk menjaga tubuh tetap bekerja dengan baik.

Jika dua kali seminggu masih terasa kurang, tidak masalah untuk menambah frekuensinya. Pada akhirnya, aktivitas yang bersifat kardio selalu memberikan manfaat untuk kesehatan jantung. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya