Edukasi Seksual Pasutri

Jangan Lengah, Ini Ternyata Sebab Pria dan Wanita Sulit Capai Orgasme

Konsultasi 18+ Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:18 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Jangan Lengah, Ini Ternyata Sebab Pria dan Wanita Sulit Capai Orgasme

Meski sering dianggap sebagai urusan pribadi, penelitian menunjukkan orgasme memiliki manfaat besar bagi tubuh dan pikiran. (Internet)

RSNEWROOM – Edukasi seksual kian penting. Orgasme sering digambarkan sebagai puncak kenikmatan dalam hubungan seksual. Namun kenyataannya tidak semua orang mengalaminya dengan mudah.

Berdasarkan laporan Hims & Hers, lebih dari 25 persen pria mengalami kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seks, sementara 15 persen wanita belum pernah merasakannya sama sekali.

Meski sering dianggap sebagai urusan pribadi, penelitian menunjukkan orgasme memiliki manfaat besar bagi tubuh dan pikiran.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Menurut Dr. Angela Wright, dokter umum di NHS sekaligus seksolog klinis dan pendiri Spiced Pear Health, orgasme adalah fenomena tubuh dan otak yang terjadi saat ketegangan dan gairah seksual mencapai puncaknya, lalu menurun kembali.

“Setelah orgasme atau bahkan beberapa kali orgasme, tubuh akan kembali ke keadaan semula yang tidak terangsang,” jelas Dr. Wright, dikutip dari laman The Telegraph.

Sementara itu, Courtney Boyer, terapis hubungan dan seks menjelaskan orgasme hanyalah salah satu bagian dari empat tahap respons seksual.

MBG dalam Berita 2

1.Hasrat (Desire)

Saat mulai muncul rasa tertarik atau terangsang.

2.Arousal (Bangkitnya gairah)

Ketika tubuh mulai merespons secara fisik.

3.Orgasme (Klimaks)

Puncak kenikmatan seksual.

4.Resolusi (Pemulihan)

Tubuh kembali ke keadaan normal setelah klimaks.

Penelitian yang dilakukan Barry Komisaruk, peneliti seks dari Rutgers University, menemukan otak pria dan wanita menunjukkan pola aktivitas yang mirip saat mencapai orgasme.

Bagian otak yang paling aktif adalah nucleus accumbens, yaitu area yang mengatur rasa senang melalui pelepasan dopamin yakni zat yang juga muncul ketika seseorang makan cokelat, minum kopi, atau merokok. Namun Komisaruk menemukan perbedaan menarik setelah orgasme.

“Pada pria, bagian otak yang aktif saat orgasme langsung ‘mati sementara’ setelah klimaks, sehingga mereka sulit menerima rangsangan tambahan,” jelasnya.

Sebaliknya wanita tetap bisa menerima stimulasi setelah orgasme. Hal ini membuat mereka lebih mungkin mengalami orgasme berganda.

Saat mencapai orgasme, tubuh mengalami serangkaian kontraksi pada otot dasar panggul dan area genital.

“Ada penumpukan ketegangan otot akibat rangsangan, lalu terjadi pelepasan kontraksi tak sadar pada vagina, rahim, anus, dan penis yang menghasilkan rasa nikmat luar biasa," ucap Kate Moyle, terapis psikoseksual dan penulis The Science of Sex.

Hasil pemindaian MRI menunjukkan saat orgasme, otak melepaskan koktail kimia bahagia yang meliputi:

1. Dopamin

Zat kimia yang menimbulkan rasa senang.

2. Oksitosin

Hormon kedekatan yang meningkatkan ikatan emosional.

3. Endorfin

Pereda nyeri alami tubuh.

4. Serotonin

Zat yang membantu menciptakan rasa bahagia dan tenang.

“Opioid alami yang dilepaskan selama orgasme membuat reseptor dopamin dan oksitosin lebih sensitif terhadap pasangan atau hal yang memicu kenikmatan itu," tutur Dr. Wright.

Artinya semakin sering Anda mengalami orgasme dengan pasangan, semakin kuat pula rasa kedekatan dan daya tarik di antara kalian.

Manfaat Kesehatan dari Orgasme

Selain memberikan kenikmatan, orgasme juga punya banyak manfaat nyata bagi tubuh dan pikiran.

1. Membuat Lebih Tenang dan Bahagia

Penelitian dari produsen mainan seks Lelo menunjukkan bahwa 17 persen orang masih merasakan efek menenangkan hingga 24 jam setelah orgasme. Hampir setengah responden juga mengaku lebih produktif dan bahagia ketika rutin mengalaminya.

2. Membantu Panjang Umur

Sebuah penelitian di Caerphilly, Wales Selatan, terhadap 900 pria usia 45–59 tahun menemukan bahwa mereka yang sering mengalami orgasme memiliki risiko kematian 50 persen lebih rendah dibanding yang jarang.

“Studi Caerphilly menunjukkan bahwa orgasme sebanyak 100 kali per tahun dapat memperpanjang usia hingga tujuh tahun,” ujar Dr. Wright.

Selain itu, tekanan darah menjadi lebih rendah, tidur lebih nyenyak, dan tubuh lebih rileks setelah orgasme.

3. Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

Beli vitamin dan suplemen

Orgasme juga baik untuk kesehatan organ intim.

“Aliran darah yang meningkat selama orgasme membantu menjaga kekuatan otot panggul serta kesehatan jaringan erektil di penis dan klitoris,” kata Dr. Wright.

Dengan kata lain, semakin rutin Anda mengalaminya, semakin sehat organ reproduksi Anda.

Kate Moyle menggambarkan orgasme sebagai pelepasan ketegangan yang menghasilkan euforia singkat.

“Banyak orang menyebutnya seperti pesta kecil di dalam otak,” ujarnya sambil tertawa.

Sebuah penelitian dari Eastern Kentucky State University menemukan pria lebih sering menggambarkan orgasme sebagai sensasi menyembur sperma. Sementara wanita menggambarkannya sebagai sensasi berdenyut atau bergetar yang menyebar ke seluruh tubuh.

Cara Mencapai Orgasme

Meskipun terlihat sederhana, mencapai orgasme tidak selalu mudah. Survei Hims & Hers menemukan bahwa 87 persen orang Inggris ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan seksual mereka, dan 21 persen di antaranya ingin orgasme yang lebih baik.

Namun menurut Dr. Wright, terlalu fokus pada orgasme justru bisa menjadi penghalang.

“Penting untuk tidak menjadikan orgasme sebagai satu-satunya tujuan seks, karena hal itu bisa menimbulkan tekanan dan membuatnya lebih sulit dicapai.” ucapnya.

Para seksolog menjelaskan bahwa ada berbagai jenis orgasme. 

- Orgasme dari stimulasi klitoris

- Orgasme dari vagina

- Blended orgasm (gabungan keduanya)

- Orgasme akibat stimulasi prostat atau penis

“Banyak orang tidak tahu bahwa klitoris bukan hanya tonjolan kecil di luar, tapi struktur besar yang memanjang ke dalam dan terhubung dengan titik G,” jelas Moyle.

Selain area genital, leher, belakang telinga, bagian dalam siku, dan belakang lutut juga termasuk zona sensitif yang bisa membantu mencapai orgasme.

Beberapa pria juga menggunakan teknik edging, yaitu menahan diri sebelum klimaks untuk memperkuat intensitas orgasme.

“Teknik ini dilakukan dengan menghentikan stimulasi sesaat sebelum klimaks, lalu melanjutkannya lagi untuk meningkatkan gairah dan memperpanjang kenikmatan." ujar Moyle. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya