- Home
- Konsultasi 18+
- Kenali Jenis Gangguan Seksual Pria Jika Gairah Redup, Pasangan Sebaiknya Paham
Edukasi, Kesehatan, Pria
Kenali Jenis Gangguan Seksual Pria Jika Gairah Redup, Pasangan Sebaiknya Paham
Ada beberapa jenis-jenis gangguan seksual pada pria, penyebabnya, serta langkah pencegahan dan penanganan yang dapat diambil dengan bijak. Sebaiknya pasanga Anda juga tahu dan paham. (Internet)
RSNEWSROOM - Ketika berbicara tentang gaya hidup, kesehatan fisik dan emosional sering mendapat sorotan tetapi aspek yang kerap tersembunyi adalah kesehatan seksual.
Bagi banyak pria, tantangan dalam ranah ini bisa terasa menyendiri, memalukan, atau tak pantas dibicarakan. Padahal, masalah kesehatan seksual bukanlah hal tabu belaka, melainkan bagian dari kesejahteraan secara menyeluruh.
Artikel ini akan mengeksplorasi jenis-jenis gangguan seksual pada pria, penyebabnya, serta langkah pencegahan dan penanganan yang dapat diambil dengan bijak. Sebaiknya pasanga Anda juga tahu dan paham.
Apa Itu Disfungsi Seksual pada Pria?
Disfungsi seksual mencakup beragam kondisi yang mengganggu aktivitas seksual, entah berupa hambatan mencapai gairah, ereksi, orgasme, atau keinginan seksual. Gangguan-gangguan ini dapat memengaruhi pria dari berbagai usia. Meski demikian, risiko munculnya masalah seksual cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Jenis-jenis Masalah Seksual Pria
Menukil dari laman Medical News Today, Jumat, 3 Oktober, Berikut beberapa kondisi yang sering dialami:
Disfungsi Ereksi (Erectile Dysfunction / ED)
Pria dikatakan mengalami ED apabila sulit mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan intim. ED menjadi salah satu masalah paling umum yang dilaporkan ke tenaga medis.
Libido Rendah (Low Libido)
Kurangnya minat atau hasrat seksual secara konsisten, bukan sekadar periode menurun sesaat bisa menjadi sinyal adanya masalah. Terjadinya libido rendah bisa dipengaruhi oleh hormon, kondisi medis (misalnya tiroid kurang aktif), stres, atau efek obat-obatan.
Ejakulasi Dini (Premature Ejaculation)
Ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mencapai klimaks lebih cepat dari yang diinginkan. Meski secara fisik bisa ada penyebab, sering kali aspek psikologis seperti kecemasan performa turut berperan besar.
Ejakulasi Tertunda atau Terhambat
Beberapa pria mengalami kesulitan mencapai ejakulasi meski rangsangan sudah berlangsung lama. Penyebabnya dapat mencakup obat, masalah hormonal, kerusakan saraf, atau faktor psikologis.
Ejakulasi Retrograda
Dalam kondisi ini, air mani mengalir kembali ke kandung kemih alih-alih keluar melalui penis. Tanda klasiknya adalah sedikit atau tidak adanya air mani saat orgasme, atau urin yang tampak keruh setelahnya.
Faktor Penyebab dan Pemicu
Masalah seksual pria bisa timbul karena kombinasi faktor fisik, psikologis, dan gaya hidup. Berikut beberapa pemicu yang umum:
Kesehatan fisik dan medis: kondisi seperti diabetes, gangguan hormonal (misalnya testosteron rendah), penyakit kardiovaskular, atau kerusakan saraf.
Kesehatan mental dan emosional: stres, depresi, kecemasan, dan konflik dalam hubungan dapat memicu atau memperburuk disfungsi seksual.
Gaya hidup tak sehat: merokok, konsumsi alkohol berlebih, obesitas, kurang olahraga, semuanya dapat memperburuk kondisi seksual.
Pengaruh obat-obatan: beberapa obat dapat memiliki efek samping pada fungsi seksual, baik dalam gairah maupun kemampuan ereksi atau ejakulasi.
Usia dan faktor biologis: seiring bertambahnya usia, risiko mengalami disfungsi seksual cenderung meningkat.
Upaya Pencegahan dan Perawatan
Beruntungnya, banyak keluhan seksual pada pria yang dapat dicegah atau diatasi dengan strategi bijak. Berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:
Menjalani pola hidup sehat, makan bergizi, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal.
Mengelola stres dan menjaga kesehatan mental melalui teknik relaksasi, terapi, atau konseling bila perlu.
Memantau dan mengendalikan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
Meninjau obat-obatan yang digunakan bersama tenaga medis, apakah ada yang bisa diubah atau dikurangi efek samping seksualnya.
Jika sudah muncul gejala, segera konsultasikan ke dokter atau profesional kesehatan seksual.
Berbicara mengenai tantangan dalam ranah seksual memang terasa sensitif. Namun, penting untuk diingat bahwa masalah ini bukanlah ketidaknormalan atau aib yang harus ditanggung sendiri. Dengan pemahaman tepat, dukungan pasangan, serta bantuan medis profesional, banyak hambatan dalam kesehatan seksual pria justru bisa dilalui dan diatasi. Jangan ragu untuk membuka dialog, baik dengan tenaga kesehatan maupun pasangan demi kebugaran dan keharmonisan hidup Anda. (FSY/VOI)









