- Home
- Konsultasi 18+
- Berhubungan Seks saat Menjalani Pengobatan Kanker? Ini kata Dokter
Edukasi Seksual dan Kesehatan
Berhubungan Seks saat Menjalani Pengobatan Kanker? Ini kata Dokter
Kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. (Internet)
RSNEWSROOM - Membicarakan kehidupan seksual saat menjalani pengobatan kanker sering kali dianggap tabu atau membuat tidak nyaman.
Menurut Dr. Tanya Wildes, ahli hematologi-onkologi sekaligus spesialis multiple myeloma, kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
“Kesehatan seksual merupakan komponen penting dari kesehatan Anda secara menyeluruh. Membuka komunikasi dengan dokter adalah langkah pertama yang sangat penting,” jelas Dr. Wildes, dikutip dari laman Nebraska Medicine.
Perubahan fisik maupun emosional adalah hal yang umum dialami pasien kanker, baik sebelum, selama, maupun setelah pengobatan. Terapi hormon, kemoterapi, hingga operasi dapat memengaruhi gairah, fungsi seksual, serta kenyamanan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian dari waktu ke waktu.
Dr. Wildes menekankan bahwa langkah pertama adalah bertanya pada diri sendiri, apakah saya ingin tetap aktif secara seksual?Jika jawabannya iya, maka pasien bersama pasangan perlu berdiskusi dengan dokter untuk menemukan solusi atas hambatan yang ada.
“Apakah aman atau tidak, jawabannya tidak selalu hitam-putih. Untuk pasien multiple myeloma dengan lesi tulang di panggul, faktor utamanya adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan,” ujarnya.
Rasa sakit dan ketidaknyamanan adalah sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Jika tubuh terasa nyaman dan dokter sudah memberikan izin, maka hubungan intim umumnya boleh dilakukan.
“Jika sesuatu menimbulkan rasa sakit, berhentilah. Namun, bila keintiman menghadirkan kenyamanan, kedekatan, dan kebahagiaan, secara umum hal itu boleh saja dilakukan,” tutur Dr. Wildes.
Bagi pasien dengan multiple myeloma dan lesi tulang panggul, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan sebelum berhubungan seksual:
1. Jenis pengobatan. Pengobatan kanker dan penggunaan obat penguat tulang dapat membantu mengurangi risiko kerusakan tulang.
2. Jumlah sel darah rendah. Jika jumlah sel darah rendah akibat terapi, hubungan intim sebaiknya dihindari karena berisiko menimbulkan infeksi atau memar.
3. Nyeri atau ketidaknyamanan. Jika rasa sakit meningkat, ini tanda pendekatan keintiman harus diubah. Alternatif lain untuk mengekspresikan kedekatan bisa dibicarakan dengan dokter.
4. Pertimbangan kehamilan. Faktor kesuburan, kontrasepsi, maupun pembatasan tertentu berbeda untuk setiap pasien.
5. Risiko infeksi. Perlindungan dari infeksi menular seksual tetap penting, ditambah langkah pencegahan ekstra sesuai kondisi pasien.
6. Efek samping obat. Beberapa obat dapat memengaruhi gairah seksual, fungsi tubuh, maupun kesehatan mental. Diskusikan solusi bersama dokter.
Dr. Wildes menegaskan dampak kanker terhadap kehidupan seksual sangatlah kompleks dan berbeda pada tiap individu. Maka dari itu, komunikasi terbuka dengan tenaga medis adalah langkah terbaik.
"Jagalah komunikasi yang jujur dengan dokter dan tim kesehatan. Mereka paling memahami kondisi Anda, pengobatan yang dijalani, serta proses penyembuhan Anda. Jika dibutuhkan, mereka dapat membantu mencari dukungan tambahan sesuai kebutuhan." pungkasnya. (FSY/VOI)









