Sehat Selama Ramadhan

Saat Puasa Sering Alami Penglihatan Kabur? Ahli Beri Penjelasan Ini

Info Sehat Senin, 23 Februari 2026 - 14:36 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Saat Puasa Sering Alami Penglihatan Kabur? Ahli Beri Penjelasan Ini

Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan adalah penglihatan kabur, terutama menjelang sore hari. (Internet)

RSNEWSROOM - Selama menjalani puasa Ramadhan, tubuh mengalami banyak penyesuaian, mulai dari perubahan pola makan, waktu tidur, hingga asupan cairan. Tak hanya memengaruhi stamina, perubahan ini juga bisa berdampak pada kesehatan mata.

Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan adalah penglihatan kabur, terutama menjelang sore hari. Lalu apakah kondisi ini normal?

Nandini Sankaranarayanan, Spesialis Oftalmologi dari Medcare Eye Center menjelaskan bagaimana puasa, kekurangan cairan, dan perubahan tidur dapat mempengaruhi mata, serta apa yang bisa dilakukan untuk menjaga penglihatan tetap sehat selama Ramadan.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Penglihatan kabur ringan saat berpuasa bukan hal yang aneh, terutama menjelang sore hari. Hal ini biasanya berkaitan dengan penurunan dan penurunan produksi air mata, yang sementara waktu dapat mempengaruhi kemampuan mata untuk fokus.

Mata membutuhkan lapisan air mata yang stabil agar penglihatan tetap jernih. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi air mata menurun sehingga mata bisa terasa berat, kering, atau sedikit buram. Kondisi ini biasanya lebih terasa di akhir waktu puasa ketika kadar cairan tubuh berada pada titik terendah, ujar Dr. Nandini, dikutip dari laman Gulf News.

Selain itu, perubahan kadar gula darah juga bisa menyebabkan kaburnya penglihatan sementara. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengubah kemampuan mata memfokuskan cahaya.

MBG dalam Berita 2

"Biasanya kondisi ini akan kembali normal dalam beberapa hari setelah kadar gula darah stabil, kecuali jika sudah ada masalah mata sebelumnya, seperti retinopati diabetik." katanya.

Kabar baiknya, pada kebanyakan orang, penglihatan akan kembali normal setelah berbuka puasa dan tubuh terhidrasi kembali.

Gula darah rendah mempengaruhi penglihatan, biasanya di bawah 70 mg/dL. Hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara, seperti penglihatan kabur, penglihatan kabur, dan muncul bintik hitam.

Hal ini terjadi karena otak dan mata memerlukan suplai glukosa yang stabil agar dapat berfungsi dengan baik. Ketika kadar gula turun, otak yang memproses informasi visual tidak bekerja optimal, sehingga penglihatan bisa tiba-tiba menjadi tidak jelas.

Bagi penderita diabetes atau yang memiliki gula darah tidak stabil, pengelolaan kadar gula selama Ramadhan sangat penting. Perubahan drastis antara waktu puasa yang panjang dan makan berbuka yang berat atau manis dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, termasuk pembuluh darah halus di mata. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya