- Home
- Info Sehat
- Konsumsi Gula Aren Aman? Banyak yang Mengira Sehat, Ternyata Ini Faktanya
Perhatikan Makanan Harian
Konsumsi Gula Aren Aman? Banyak yang Mengira Sehat, Ternyata Ini Faktanya
Meskipun banyak yang mengira gula aren selalu lebih sehat, faktanya pemanis ini tetap perlu diperlakukan dengan bijak. (Internet)
RSNEWSROOM – Produk turunan gula aren memang banyak yang bisa dikonsumsi. Apakah gula aren aman untuk diabetes? Banyak orang menjawab “ya” tanpa ragu, terutama karena gula aren sering dilabeli sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Warna cokelatnya yang khas dan proses tradisionalnya membuat gula ini terasa lebih bersahabat bagi tubuh.
Namun, anggapan tersebut perlu dilihat lebih jernih, terutama jika Anda hidup dengan diabetes atau sedang berusaha menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Gula aren berasal dari nira pohon aren yang dimasak hingga mengental dan mengkristal. Karena tidak melalui proses pemurnian seperti gula putih, gula aren masih mengandung sejumlah mineral dalam jumlah kecil. Meski demikian, dari sisi fungsi di dalam tubuh, gula aren tetap termasuk sumber gula sederhana. Setelah dikonsumsi, tubuh akan menguraikannya menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah dan memengaruhi kadar gula darah Anda.
Salah satu alasan gula aren sering dianggap lebih aman adalah nilai indeks glikemiknya yang relatif lebih rendah dibandingkan gula pasir. Mengutip Medical News Today, Senin, 19 Januari, indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat suatu makanan meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi. Dengan angka yang sedikit lebih rendah, gula aren cenderung menaikkan gula darah secara lebih perlahan. Namun, ini bukan berarti dampaknya menjadi ringan atau bisa diabaikan, terutama jika konsumsinya berlebihan.
Perlu Anda pahami bahwa indeks glikemik bukan satu-satunya penentu keamanan makanan bagi penderita diabetes. Porsi konsumsi, frekuensi makan, kombinasi dengan makanan lain, serta respons tubuh masing-masing individu memainkan peran besar. Meskipun terasa “lebih alami”, gula aren tetap mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi. Jika digunakan tanpa kontrol, lonjakan gula darah tetap bisa terjadi.
Kesalahan umum lainnya adalah menganggap gula aren boleh dikonsumsi bebas karena dianggap lebih sehat. Faktanya, semua jenis gula, baik alami maupun olahan, tetap berkontribusi pada asupan gula harian. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat mempersulit pengendalian diabetes, meningkatkan berat badan, serta menambah risiko komplikasi kesehatan lainnya.
Jadi, kembali ke pertanyaan utama, apakah gula aren aman untuk diabetes? Jawabannya bukan sepenuhnya aman, tetapi juga tidak harus dihindari total. Gula aren masih bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah terbatas dan dengan pengawasan yang baik. Kuncinya adalah moderasi, kesadaran porsi, serta pemantauan kadar gula darah secara rutin.
Meskipun banyak yang mengira gula aren selalu lebih sehat, faktanya pemanis ini tetap perlu diperlakukan dengan bijak. Jika Anda ingin menikmati rasa manis tanpa membahayakan kesehatan, pastikan gula aren hanya menjadi pelengkap kecil, bukan sumber utama. Dengan pengaturan yang tepat dan konsultasi dengan tenaga kesehatan, Anda tetap bisa menikmati makanan manis sambil menjaga kontrol gula darah tetap stabil. (FSY/VOI)






