Peduli Kesehatan Tubuh

Hipotensi atau Darah Rendah Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Info Sehat Sabtu, 27 Desember 2025 - 16:07 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : FA Syam  
Hipotensi atau Darah Rendah Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Hipotensi bisa berdampak pada stamina, konsentrasi, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. (Internet)

RSNEWSROOM - Darah rendah atau hipotensi kerap dianggap bukan masalah serius, apalagi jika tidak menimbulkan keluhan yang langsung terasa. Namun pada kondisi tertentu, hipotensi bisa berdampak pada stamina, konsentrasi, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Memahami gejala darah rendah dan faktor risikonya penting agar tubuh tetap bertenaga, aktivitas berjalan optimal, dan upaya meningkatkan intimasi dengan pasangan tidak terhambat oleh kondisi kesehatan yang luput disadari.

Apa itu hipotensi dan kapan bisa berbahaya?

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka normal, umumnya kurang dari 90/60 mmHg. Pada sebagian orang, tekanan darah rendah bisa menjadi kondisi bawaan dan tidak menimbulkan masalah. Namun, hipotensi perlu diwaspadai jika muncul secara mendadak, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala yang mengganggu aktivitas. Dalam situasi ini, aliran darah ke organ vital dapat berkurang dan memicu berbagai keluhan fisik.

Gejala darah rendah yang sering tidak disadari

Gejala hipotensi sering kali muncul secara halus dan dianggap kelelahan biasa. Mengutip Verywell Health, Jumat, 2 Januari, pusing saat berdiri, kepala terasa ringan, pandangan berkunang-kunang, dan tubuh mudah lemas merupakan tanda yang paling umum. Beberapa orang juga mengalami mual, sulit fokus, atau rasa tidak stabil saat bergerak. Jika kondisi ini berulang, bukan hanya produktivitas yang menurun, tetapi juga kualitas kebersamaan dengan pasangan bisa ikut terdampak.

MBG dalam Berita 2

Dampak hipotensi

Tekanan darah yang terlalu rendah dapat membuat tubuh cepat kehilangan energi. Saat stamina menurun, ketertarikan untuk melakukan aktivitas bersama pasangan, termasuk momen kedekatan fisik dan emosional, bisa ikut berkurang. Rasa lelah, pusing, atau tidak nyaman pada tubuh sering membuat seseorang kurang hadir secara utuh dalam hubungan. Padahal, kondisi fisik yang prima berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membangun intimasi bersama pasangan.

Faktor risiko yang memicu darah rendah

Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko hipotensi. Dehidrasi menjadi salah satu penyebab paling umum karena berkurangnya cairan tubuh menurunkan volume darah. Kehilangan darah akibat cedera atau kondisi medis tertentu juga dapat memicu tekanan darah turun drastis. Selain itu, gangguan jantung, masalah hormon, serta efek samping obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kestabilan tekanan darah dan perlu mendapat perhatian khusus.

Darah rendah yang perlu perhatian medis

Hipotensi menjadi kondisi berbahaya ketika menyebabkan pingsan, kebingungan, nyeri dada, atau gangguan kesadaran. Dalam keadaan ini, risiko cedera dan komplikasi kesehatan meningkat karena organ vital tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Jika gejala terasa semakin berat atau muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, pemeriksaan medis sangat disarankan untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Menjaga tekanan darah agar tubuh tetap bertenaga

Menjaga tekanan darah tetap stabil bukan hanya soal menghindari pusing, tetapi juga menjaga kualitas hidup secara menyeluruh. Memenuhi kebutuhan cairan, mengatur pola makan seimbang, dan memastikan waktu istirahat cukup dapat membantu tubuh mempertahankan energi. Ketika tubuh terasa lebih kuat dan nyaman, hubungan dengan pasangan pun terasa lebih hangat dan upaya meningkatkan intimasi dapat berlangsung lebih alami.

Kapan sebaiknya berkonsultasi ke tenaga medis?

Jika gejala darah rendah muncul berulang, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau terasa semakin berat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan menyeluruh membantu memastikan apakah hipotensi yang dialami masih tergolong aman atau membutuhkan penanganan khusus. Dengan memahami kondisi tubuh secara tepat, Anda dapat mengambil langkah yang lebih bijak untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan hubungan.

Darah rendah bisa berbahaya jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, terutama ketika disertai gejala yang mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Dengan mengenali gejala dan faktor risiko hipotensi sejak dini, Anda dapat menjaga stamina, kesehatan tubuh, serta mendukung hubungan yang lebih harmonis. Tubuh yang sehat memberi ruang lebih luas untuk kedekatan emosional dan fisik, sehingga meningkatkan intimasi dapat tumbuh dari fondasi kesehatan yang kuat dan seimbang. (FSY/VOI)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya