- Home
- Info Sehat
- Penderita Kolesterol Tinggi Harus Tahun Waktu Sarapan Terbaik, Ini Kata Ahli Gizi
Tips Hidup Sehat
Penderita Kolesterol Tinggi Harus Tahun Waktu Sarapan Terbaik, Ini Kata Ahli Gizi
Penelitian menunjukkan orang yang sarapan setidaknya tiga kali dalam seminggu memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah dibanding mereka yang sering melewatkan sarapan. (Internet)
RSNEWSROOM – Ini terkait dengan kebiasaan harian. Sarapan sering disebut sebagai waktu makan yang penting untuk memulai hari. Bagi penderita kolesterol tinggi, sarapan bukan hanya soal energi, tetapi juga dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang terlihat, namun kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan jantung adalah memulai hari dengan sarapan sehat.
Penelitian menunjukkan orang yang sarapan setidaknya tiga kali dalam seminggu memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah dibanding mereka yang sering melewatkan sarapan.
Menurut Veronica Rouse, ahli gizi yang fokus pada nutrisi kardiovaskular menyarankan untuk sarapan dalam waktu dua jam setelah bangun tidur.
"Sarapan sebaiknya dilakukan dalam waktu dua jam setelah bangun tidur. Sarapan yang seimbang membantu mengontrol kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung sepanjang hari," ujar Rouse, dikutip dari laman Eating Well.
Hal ini diperkuat oleh Lisa Andrews, ahli gizi lainnya yang menjelaskan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
"Semakin pagi seseorang sarapan, semakin kecil kemungkinan sarapan terlewat karena kesibukan. Melewatkan sarapan sering membuat seseorang makan berlebihan di siang atau malam hari, serta lebih mudah tergoda camilan kurang sehat," beber Andrews.
Bagi mereka yang sibuk di pagi hari, menyiapkan sarapan dari malam sebelumnya bisa menjadi solusi. Dengan cara ini, tubuh tetap mendapat nutrisi penting tanpa mengganggu rutinitas pagi.
Sarapan sehat memiliki banyak manfaat, tidak hanya memberikan energi, tetapi juga menurunkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit jantung, hingga stroke.
Pilihan sarapan yang baik untuk jantung biasanya mencakup:
1. Buah-buahan, kaya vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.
2. Roti gandum atau sereal utuh, sumber vitamin B yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
3. Oat yang dikenal mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Untuk manfaat yang lebih optimal, ahli gizi menyarankan mengutamakan makanan berbasis nabati seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh. Makanan ini kaya serat larut, lemak sehat, protein nabati, dan sterol tumbuhan yang efektif menurunkan kolesterol. Selain itu, makanan ini biasanya rendah lemak jenuh, yang berpotensi meningkatkan kolesterol jahat.
Sebaliknya, hindari sarapan tinggi gula dan lemak jenuh, seperti donat, pastry, atau kue manis, karena dapat memperburuk kadar kolesterol.
Tips Lain untuk Menjaga Kolesterol Tetap Terkontrol
Selain sarapan sehat, beberapa kebiasaan berikut juga penting:
1. Perbanyak serat larut. Oat, barley, kacang-kacangan, alpukat, apel, pir, biji chia, dan flaxseed sangat baik untuk menurunkan kolesterol.
2. Batasi gula tambahan. Hindari minuman manis dan makanan penutup berlebihan, karena dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
3. Aktif bergerak. Olahraga setidaknya 150 menit per minggu (intensitas sedang) atau 75 menit per minggu (intensitas tinggi) dapat menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Pilih aktivitas yang disukai seperti jalan cepat, lari, bersepeda, berenang, atau latihan kekuatan. (FSY/VOI)






