Peduli Kesehatan Tubuh

Ahli Gizi Sebut Kopi Bisa Dukung Penurunan Lemak Perut, Tapi Ini Syaratnya

Info Sehat Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:45 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Ahli Gizi Sebut Kopi Bisa Dukung Penurunan Lemak Perut, Tapi Ini Syaratnya

Kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan energi, yang menjadi salah satu kunci dalam penurunan lemak perut. (Foto Istimewa)

RSNEWSROOM – Ini kabar gembira bagi penikmat kopi. Dalam mengatasi lemak perut atau visceral fat terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya yang direkomendasikan oleh ahli gizi adalah minum kopi dengan aturan yang baik.

Mengutip Eating Well, pada Kamis, 18 Desember 2025, peneliti telah mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan lemak pada tubuh. Hal ini terlihat pada sebuah studi di tahun 2025 terhadap lebih dari 45 ribu orang.

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang minum kopi rata-rata 1,7 cangkir memiliki lemak visceral yang jauh lebih rendah, dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan energi, yang menjadi salah satu kunci dalam penurunan lemak perut. Para ahli meyakini bahwa kemampuan kafein untuk meningkatkan metabolisme adalah alasan utama mengapa dapat mendorong penurunan berat badan.

Selain itu, kopi juga kaya akan antioksidan. Asam klorogenik dan kafeestol yang ditemukan dalam kopi adalah dua antioksidan yang dapat membantu mengurangi lemak perut.

“Studi telah menunjukkan bahwa asam klorogenik dapat mengurangi lemak perut, berat badan, dan lingkaran pinggang,” tutur ahli gizi, Beth Conlon, Ph.D., RDN.

MBG dalam Berita 2

Tak hanya itu, kafein pada kopi juga dapat menstimulasi sistem saraf dan membantu mengurangi nafsu makan. Dengan cara ini, Anda tidak akan makan berlebihan, sehingga tidak banyak kalori yang masuk dan dapat mengurangi lemak perut.

Namun, perlu diingat bahwa kopi yang dimaksud dapat membantu mengatasi lemak perut tersebut adalah kopi hitam, bukan kopi dengan tambahan bahan lain yang tinggi gula dan lemak. Selain itu, konsumsinya juga dihindari menjelang waktu tidur dan dibatasi maksimal 4 gelas sehari, agar tidak mengganggu fungsi tubuh lainnya. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya