- Home
- Info Sehat
- Kenali Perubahan Fisik, Bahaya Demensia Tak Hanya Soal Lupa Ingatan
Waspada Jika Sudah Terasa Ciri-cirinya
Kenali Perubahan Fisik, Bahaya Demensia Tak Hanya Soal Lupa Ingatan
Bahaya demensia memang merupakan menurunnya fungsi kognitif, tetapi gejala fisik akan kondisi ternyata juga ada dan patut menjadi perhatian. (Internet)
RSNEWSROOM – Pikun, pelupa waspadalah. Demensia merupakan istilah umum yang digunakan untuk sekelompok gejala penurunan fungsi kognitif, seperti ingatan, berpikir, perilaku, yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Saat mengalami demensia, akan muncul berbagai gejala pada seseorang, termasuk gejala fisik.
Dikutip dari Huffpost, Senin, 8 Desember 2025, bahaya demensia memang merupakan menurunnya fungsi kognitif, tetapi gejala fisik akan kondisi ternyata juga ada dan patut menjadi perhatian.
“Saya menemukan bahwa banyak manifestasi fisik yang lebih parah terjadi di kemudian hari dalam perjalanan demensia,” kata seorang geriatri dan profesor madya, Dr. Stephanie Nothelle.
1. Kesulitan berjalan dan jaga keseimbangan
Salah satu gejala fisik yang dialami oleh pasien demensia adalah kesulitan berjalan. Hal tersebut juga biasanya diikuti dengan kemampuan menjaga keseimbangannya yang menurun.
“Kemampuan untuk menjaga keseimbangan dan berjalan dengan lancar, sebenarnya membutuhkan banyak kekuatan otak karena Anda harus memproses banyak masukan yang berbeda,” tuturnya.
2. Kesulitan menelan
Gejala fisik lain yang dialami seseorang dengan demensia adalah kesulitan untuk menelan. Mereka cenderung menelan makanan dan minuman pada ‘saluran yang salah’.
"Orang-orang akan makan atau minum, dan makanan dan minuman cenderung secara tidak sengaja 'masuk ke saluran yang salah,' begitulah istilahnya," tambahnya.
Minuman dan makanan yang ditelan dan masuk ke saluran yang salah bisa saja menuju ke paru-paru. Jika terdapat bakteri, maka dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru.
“Kami menyebutnya pneumonia aspirasi, dan itulah mengapa pneumonia relatif umum terjadi pada tahap akhir demensia,” katanya.
3. Perubahan pola tidur
Seseorang yang terkena demensia juga memgalami perubahan pada pola tidurnya. Ini mungkin sulit disadari mereka sendiri, sehingga jika Anda tinggal bersama orang yang tidur tetapi bergerak di malam hari, memukul, berteriak, atau berbicara saat tidur, maka sebaiknya dibawa ke dokter.
“Itu mungkin sesuatu yang disebut gangguan perilaku REM, yang seringkali dapat muncul bertahun-tahun sebelum seseorang menderita Parkinson atau demensia badan Lewy,” pungkasnya. (FSY/VOI)






