- Home
- Info Sehat
- Konsumsi Telur Tiap Hari Berbahaya Buat Kolesterol dan Jantung? Ini Kata Ahli Gizi
Seputar Makanan Sehat
Konsumsi Telur Tiap Hari Berbahaya Buat Kolesterol dan Jantung? Ini Kata Ahli Gizi
Kandungan kolesterol dalam telur sering menuai perdebatan, karena kerap dianggap sebagai penyebab naiknya kolesterol darah dan risiko penyakit jantung. (Internet)
RSNEWSROOM – Konsumsi telur sangat, mendaptkannya juga murah. Banyak orang yang menjadikan telur menjadi menu sarapan andalan. Ini karena telur praktis dan mudah diolah seperti direbus atau digoreng, dan mengandung banyak gizi.
Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Mulai dari membangun otot, mendukung fungsi otak, serta membuat kenyang lebih lama.
Namun, kandungan kolesterol dalam telur sering menuai perdebatan, karena kerap dianggap sebagai penyebab naiknya kolesterol darah dan risiko penyakit jantung.
Satu butir telur besar mengandung sekitar 186 miligram kolesterol, yang sebagian besar berasal dari bagian kuningnya. Penelitian dari North Western University, Chicago, sempat menyebut bahwa konsumsi setengah butir telur per hari dapat sedikit meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian.
“Tubuh kita memang bisa memproduksi kolesterol secara alami, tapi makanan seperti daging, keju, dan kuning telur juga bisa menambah asupan kolesterol,” kata ahli gizi klinis, Khushma Shah, dikutip dari Healthshots, Jumat, 31 Oktober 2025.
Meski demikian, kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membantu pencernaan lemak. Ada dua jenis kolesterol utama, yakni low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat, dan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.
Dengan kolesterol yang juga bisa bermanfaat baik ke tubuh, maka asupannya juga diperlukan, termasuk dari telur. Namun, dalam mengonsumsinya juga harus dalam batasan yang baik, yakni satu atau dua butir untuk orang dewasa sehat.
“Jadi, kuncinya bukan menghindari sepenuhnya, tapi menjaga keseimbangan antara LDL dan HDL,” tambahnya.
Riset yang terbaru juga menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu berdampak langsung pada kadar kolesterol darah. Hal ini karena hati manusia akan menyesuaikan produksi kolesterol tergantung dari asupan yang masuk. (FSY/VOI)






