- Home
- Info Sehat
- Mana yang Lebih Cepat untuk Turunkan Berat Badan, Nasi atau Roti?
Pendapat Ahli Gizi
Mana yang Lebih Cepat untuk Turunkan Berat Badan, Nasi atau Roti?
Baik nasi maupun roti termasuk dalam kategori sedang hingga rendah, sehingga tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. (Internet)
RSNEWSROOM - Sebuah analisa aktual. Isu seputar karbohidrat dan diet memang tak pernah habis dibahas. Banyak orang percaya bahwa karbohidrat adalah penyebab utama berat badan naik. Namun menurut para ahli gizi, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Faktanya, karbohidrat justru tetap dibutuhkan tubuh, termasuk saat sedang menurunkan berat badan.
Ahli gizi dan edukator diabetes dari Apollo Hospitals Lucknow, Aishwarya Jaiswal, menjelaskan bahwa baik nasi maupun roti bisa tetap dikonsumsi selama porsi dan keseimbangannya dijaga.
“Baik nasi maupun roti, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang, dapat membantu dalam perjalanan menurunkan berat badan,” jelas Jaiswal, dikutip dari laman Only My Health.
Sering kali orang menghindari nasi karena dianggap lebih tinggi kalori. Padahal, jika dibandingkan per 100 gram, nasi justru mengandung kalori lebih rendah daripada roti.
Berikut perbandingan kandungannya:
- Roti: 100 gram roti mengandung sekitar 266 kalori, 50,6 gram karbohidrat, 6 gram protein, dan 3,29 gram lemak.
- Nasi putih matang: 100 gram mengandung sekitar 130 kalori, 28 gram karbohidrat, 2,7 gram protein, dan 0,3 gram lemak.
"Secara kalori, keduanya hampir seimbang. Namun nasi memiliki kandungan protein lebih rendah dibandingkan roti," jelas Jaiswal.
Meski roti terlihat lebih ringan, bukan berarti kita bisa mengonsumsinya tanpa batas. Kunci utamanya adalah pengaturan porsi dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi.
“Porsi sangat berperan dalam proses menurunkan berat badan,” ujar Jaiswal.
“Banyak orang berpikir mengganti nasi dengan roti otomatis membuat diet berhasil, padahal jika porsinya berlebihan, hasilnya tetap sama," tambahnya.
Beras merah sering dianggap lebih sehat dibandingkan roti putih atau roti tawar biasa.
“Beras merah tinggi serat serta kaya vitamin, mineral, dan antioksidan. Jika dikombinasikan dengan sumber protein yang cukup bisa memberikan rasa kenyang lebih lama,” tambah Jaiswal.
Dari sisi indeks glikemik (GI), baik nasi maupun roti termasuk dalam kategori sedang hingga rendah, sehingga tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Tips Konsumsi Karbohidrat saat Diet
Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, berikut beberapa saran dari ahli gizi agar konsumsi karbohidrat tetap aman dan efektif.
1. Pilih Versi Utuh (Whole Grain)
Gantilah nasi putih dengan beras merah atau beras cokelat dan pilih roti gandum utuh dibandingkan roti putih. Jenis ini lebih tinggi serat serta membantu Anda kenyang lebih lama.
2. Mengontrol Porsi
Gunakan piring kecil dan batasi porsi nasi sekitar setengah mangkuk atau satu potong roti per kali makan.
3. Kombinasikan dengan Protein dan Serat
Sajikan nasi atau roti bersama lauk tinggi protein seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe. Tambahkan sayur agar asupan serat tercukupi.
4. Perhatikan Cara Pengolahan
Hindari nasi yang dicampur santan, mentega, atau saus tinggi lemak. Begitu juga dengan roti, batasi penggunaan selai manis atau olesan tinggi gula.
“Menurunkan berat badan bukan berarti menghilangkan karbohidrat sepenuhnya, tapi mengatur porsi dan memilih jenis yang tepat." tegas Jaiswal. (FSY/VOI)






