Gaya Hidup Sehat

Walau Tak Terasa Manis, Deretan Makanan Ini Tetap Bisa Picu Diabetes

Info Sehat Jumat, 10 Oktober 2025 - 07:45 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Walau Tak Terasa Manis, Deretan Makanan Ini Tetap Bisa Picu Diabetes

Beberapa makanan yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak buruk pada kadar gula darah dan berisiko menyebabkan diebetes. (Internet)

RSNEWSROOM - Masih banyak orang yang beranggapan bahwa diabetes hanya disebabkan oleh konsumsi makanan manis secara berlebihan. Padahal, makanan yang tidak terasa manis juga dapat menyebabkan lonjakan darah yang signifikan dan meningkatkan risiko diebetes..

Dikutip dari WebMD, Kamis, 9 Oktober 2025, terdapat beberapa makanan yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak buruk pada kadar gula darah dan berisiko menyebabkan diebetes, sebagai berikut.

1. Nasi putih

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Nasi putih merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, meski tidak memiliki rasa manis, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dipecah menjadi glukosa dalam tubuh.

Glukosa tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Oleh karena itu, mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar dan sering bisa meningkatkan risiko resistensi insulin, yang merupakan salah satu penyebab utama diabetes tipe 2.

“Singkatnya, meta-analisis ini menunjukkan bahwa asupan nasi putih yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan, terutama di kalangan populasi Asia,” tulis peneliti di studi yang dimuat dalam Asian Scientist.

MBG dalam Berita 2

2. Roti putih dan pasta

Roti putih dan pasta biasanya terbuat dari tepung terigu olahan, yang memiliki indeks glikemiks tinggi. Ini artinya makanan tersebut dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Kandungan seratnya yang rendah juga dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lapar setelah mengonsumsi roti putih dan pasat. Hal ini dapat mendorong konsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak.

3. Kentang goreng

Kentang goreng mungkin tampak seperti camilan yang aman karena tidak terasa manis. Padahal, kentang mengandung pati yang tinggi, yang bisa diubah menjadi glukosa saat dicerna.

Tak hanya itu, ditambah proses penggorengan yang menggunakan minyak dalam jumlah banyak, kentang goreng juga mejadi makanan yang tak cuma berbahaya bagi kadar gula darah, tetapi juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Oleh karena itu, jika ingin tetap menikmati camilan kentang, pilihlah versi yang lebih sehat. Seperti kentang panggang atau rebus, yang dikonsumsi dengan kulitnya untuk mendapatkan serat tambahan. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya