- Home
- Info Sehat
- Sakit Kepala Akibat Dehidrasi, Begini Cara Pencegahannya
Gaya Hidup Sehat
Sakit Kepala Akibat Dehidrasi, Begini Cara Pencegahannya
Dehidrasi bisa membuat jaringan otak sedikit menyusut dari tengkorak, memberi tekanan pada saraf yang akhirnya menimbulkan sakit kepala. (Internet)
RSNEWSROOM - Sakit kepala tak boleh dianggap masalah sepele, sebab bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang kekurangan cairan. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk, dan salah satu sinyal paling umum adalah rasa pusing atau nyeri kepala.
Banyak orang tidak menyadari bahwa segelas air bisa menjadi obat sederhana untuk meredakan rasa sakit di kepala, terutama bila penyebabnya adalah dehidrasi. Hal ini karena ada kaitan erat antara hidrasi dan kesehatan otak.
Pusing akibat dehidrasi terjadi karena volume darah dalam tubuh menurun ketika cairan berkurang. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke otak ikut berkurang, sehingga memicu rasa nyeri. Mengutip Cleveland Clinic, Kamis, 25 September, dehidrasi bisa membuat jaringan otak sedikit menyusut dari tengkorak, memberi tekanan pada saraf yang akhirnya menimbulkan sakit kepala.
Proses ini jarang diketahui masyarakat umum, padahal sangat logis secara medis. Bukan hanya rasa haus yang perlu diperhatikan, tetapi juga tanda-tanda halus lain yang menunjukkan tubuh sedang kekurangan cairan.
Gejala dehidrasi yang menyebabkan sakit kepala sering kali lebih kompleks daripada sekadar rasa pusing. Mulut kering, kelelahan, urine yang berwarna lebih gelap, hingga berkurangnya konsentrasi adalah beberapa tanda yang sering menyertai.
Fakta menariknya, dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk memengaruhi fungsi kognitif, sehingga seseorang bisa lebih mudah terdistraksi atau sulit fokus. Jadi, rasa pusing bukan hanya soal ketidaknyamanan fisik, melainkan bisa berdampak pada produktivitas sehari-hari.
Banyak orang mengira sakit kepala yang dialami adalah migrain atau tegang otot, padahal terkadang penyebabnya sesederhana kurang minum. Memang benar, migrain dan sakit kepala tegang memiliki gejala yang mirip, tapi pusing karena dehidrasi biasanya akan membaik setelah tubuh mendapatkan cukup cairan.
Fakta ini penting untuk diperhatikan, karena bisa menghindarkan seseorang dari penggunaan obat pereda nyeri yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan. Dengan hanya memperhatikan asupan air, rasa sakit bisa mereda tanpa intervensi obat.
Faktor lingkungan dan gaya hidup sangat berperan besar dalam munculnya sakit kepala akibat dehidrasi. Aktivitas fisik di bawah terik matahari, kebiasaan mengonsumsi alkohol, atau terlalu banyak kafein bisa mempercepat hilangnya cairan tubuh.
Menariknya, sebagian orang baru menyadari dehidrasi ketika sudah muncul gejala pusing, padahal sinyal awal seperti bibir kering atau rasa lelah sudah lebih dulu dirasakan. Hal ini membuktikan bahwa tubuh memiliki cara memberi peringatan, hanya saja sering diabaikan.
Cara menangani sakit kepala atau pusing karena dehidrasi, sebenarnya sederhana. Cukup minum air mineral secara bertahap, istirahat di tempat yang sejuk, atau mengonsumsi cairan elektrolit bila diperlukan. Namun penting diperhatikan, Anda yang mengalami pusing akibat dehidrasi tidak dianjurkan minum banyak air sekaligus.
Lebih efektif, minum secara bertahap sebab tubuh akan lebih mudah menyerap cairan ketika diberikan perlahan. Selain itu, obat pereda sakit kepala sebaiknya tidak menjadi pilihan pertama, kecuali rasa sakitnya mengganggu aktivitas.
Nah, untuk mencegah terjadi, pastikan Anda mendapatkan cukup cairan setiap harinya. Tidak cukup hanya memahami tubuh perlu delapan gelas sehari, tetapi juga sesuaikan dengan aktivitas keseharian Anda. Jika Anda beraktivitas di luar ruangan, perhatikan tanda tubuh ketika membutuhkan cairan.
Seperti terasa haus, bibir kering, hingga konsentrasi menurun. Apabila sakit kepala karena dehidrasi tak kunjung sembuh meskipun Anda sudah minum cukup secara bertahap, penting untuk konsultasi ke dokter.
Pada akhirnya, pusing karena dehidrasi adalah fenomena umum yang disebabkan penyusutan jaringan otak hingga pengaruhnya pada konsentrasi. Kondisi ini membuktikan betapa pentingnya cairan bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Dengan memahami gejala, penyebab, dan cara penanganannya, Anda bisa lebih peka terhadap sinyal tubuh. Jangan tunggu rasa pusing datang baru minum air, jadikan hidrasi sebagai kebiasaan harian agar kesehatan tetap terjaga. (FSY/VOI)






