Gejala Pada Tubuh

Kapan Seseorang Dikatakan Hipotensi dan Apa Dampaknya? Simak Info Ini

Info Sehat Selasa, 16 September 2025 - 14:47 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Kapan Seseorang Dikatakan Hipotensi dan Apa Dampaknya? Simak Info Ini

Hipotensi atau tekanan darah rendah memang kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan serius. (Internet)

RSNEWSROOM - Pertanyaan kapan seseorang dikatakan hipotensi sering membuat banyak orang yang merasa cepat lelah, pusing, atau bahkan pingsan. Hipotensi atau tekanan darah rendah memang kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan serius.

Untuk itu, memahami gejala, penyebab, dan dampak hipotensi sangat penting agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko berbahaya.

Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, Anda bisa mengambil langkah tepat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan normal.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Mengenal Tekanan Darah Rendah

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah berada jauh di bawah angka normal. Kondisi ini bisa muncul sebagai masalah kesehatan khusus atau menjadi gejala dari penyakit lain.

Yang membahayakan, tekanan darah rendah kadang tidak menimbulkan gejala, tetapi jika muncul keluhan, bisa memerlukan perhatian medis. Hipotensi sendiri dibagi menjadi dua yaitu:

MBG dalam Berita 2

Hipotensi absolut, merupakan kondisi di mana tekanan darah saat istirahat berada di bawah 90/60 mmHg.

Hipotensi ortostatik (postural) adalah tekanan darah tetap rendah lebih dari tiga menit setelah berdiri dari posisi duduk.

Normalnya, tekanan darah memang bisa turun sebentar saat berubah posisi, tetapi tidak sampai lama. Penurunannya minimal 20 mmHg untuk tekanan sistolik (angka atas) atau 10 mmHg untuk tekanan diastolik (angka bawah).

Tekanan darah diukur menjadi dua cara, pertama sistolik (angka atas) adalah tekanan pada pembuluh darah saat jantung berdetak. Kemudian diastolik (angka bawah) merupakan tekanan pada pembuluh darah saat jantung beristirahat di antara detak.

Kapan Seseorang Dikatakan Hipotensi?

Anda divonis mengalami hipotensi ketika memiliki tekanan darah rendah di bawah 90/60 mmHg. Sementara itu, tekanan darah normal berada di atas angka tersebut hingga 120/80 mmHg.

Tekanan darah rendah sendiri cukup umum terjadi tanpa gejala, sehingga sulit diketahui jumlah pastinya. Namun, hipotensi ortostatik lebih sering dialami seiring bertambahnya usia yaitu sekitar 5% pada usia 50 tahun, kemudian meningkat hingga lebih dari 30% pada usia di atas 70 tahun.

Hipotensi bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang. Namun, gejala lebih sering muncul pada orang berusia di atas 50 tahun, terutama jenis ortostatik.

Sedangkan pada orang yang sangat aktif secara fisik, tekanan darah rendah juga bisa terjadi tanpa gejala, dan hal ini lebih banyak dijumpai pada usia muda.

Apa saja Dampak dari Tekanan Darah Rendah?

Hipotensi atau tekanan darah rendah bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:

Jatuh dan cedera akibat jatuh

Risiko terbesar dari hipotensi adalah rasa pusing dan pingsan yang bisa menyebabkan jatuh. Akibatnya, seseorang dapat mengalami patah tulang, gegar otak, hingga cedera serius lain yang bisa membahayakan nyawa.

Syok

Tekanan darah yang terlalu rendah bisa mengurangi suplai darah ke organ tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan berujung pada syok, yaitu ketika tubuh mulai ‘shutdown’ karena aliran darah dan oksigen sangat terbatas.

Masalah jantung atau stroke

Tekanan darah rendah membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung bahkan gagal jantung.

Selain itu, aliran darah yang tidak normal bisa memicu terbentuknya bekuan darah, meningkatkan risiko trombosis vena dalam (DVT) maupun stroke. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya