- Home
- Info Sehat
- Waspadai, Ada Gejala Sebelum Diabetes Berkembang
Seputar Pra Penyakit Diabetes
Waspadai, Ada Gejala Sebelum Diabetes Berkembang
Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain meningkatnya rasa haus disertai sering buang air kecil. Kondisi ini dikenal sebagai polidipsia (Internet)
RSNEWS - Pradiabetes merupakan fase awal sebelum seseorang benar-benar didiagnosis menderita diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah berada di atas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.
Pada tahap ini, kadar glukosa biasanya berkisar antara 100–125 mg/dL. Meski sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, pradiabetes dapat dikenali dari sejumlah perubahan tubuh yang sebaiknya tidak diabaikan.
Menurut laporan Times of India, Sabtu, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi cara terbaik untuk mendeteksi kondisi ini. Namun, beberapa tanda fisik maupun perubahan pada tubuh sering muncul lebih awal sebagai sinyal peringatan. Sayangnya, banyak orang menganggap keluhan tersebut sebagai masalah kecil sehingga telat menyadari bahwa mereka sedang berada dalam fase pradiabetes.
Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain meningkatnya rasa haus disertai sering buang air kecil. Kondisi ini dikenal sebagai polidipsia. Saat kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal bekerja ekstra untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga seseorang merasa terus-menerus haus.
Selain itu, perubahan pada kulit juga bisa menjadi tanda penting. Pradiabetes kerap ditandai dengan munculnya bercak kulit berwarna gelap, khususnya di area lipatan seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans dan bisa menjadi sinyal adanya resistensi insulin.
Gejala lain yang sering muncul adalah rasa lelah berkepanjangan. Tubuh yang tidak mampu memanfaatkan glukosa secara optimal akan mengalami penurunan energi, baik secara fisik maupun mental. Rasa lelah ini bahkan dapat mengganggu konsentrasi, suasana hati, hingga produktivitas sehari-hari.
Gangguan penglihatan sementara juga bisa menjadi tanda pradiabetes. Kadar gula darah tinggi dapat memengaruhi cairan di lensa mata, sehingga membuat pandangan tampak kabur. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak pembuluh darah di retina.
Selain itu, kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki menjadi gejala lain yang tak boleh diabaikan. Kondisi ini berhubungan dengan kerusakan saraf akibat kadar gula tinggi dan dikenal dengan istilah neuropati.
Mengenali gejala-gejala tersebut sejak dini penting agar seseorang dapat melakukan langkah pencegahan sebelum kondisi berkembang menjadi diabetes yang lebih serius. (FSY/VOI)






