Perhatikan Kesehatan Tubuh

Waspadai Tanda Penyakit Ini, Jika Alami Kesemutan Lama dan Terus Menerus

Info Sehat Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:46 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : FA Syam  
Waspadai Tanda Penyakit Ini, Jika Alami Kesemutan Lama dan Terus Menerus

Kesemutan bila terjadi secara terus-menerus tanpa pemicu yang jelas, hal ini dapat menandakan adanya gangguan neurologis atau vaskular. (Internet)

RSNEWS - Kesemutan merupakan sensasi umum yang sering dialami oleh banyak orang, terutama saat berada dalam posisi tubuh yang tidak ideal dalam waktu lama, seperti duduk bersila atau tidur dengan tangan tertindih.

Walaupun umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya, kondisi ini bisa menjadi indikator adanya gangguan pada sistem saraf atau sirkulasi darah.

Dokter spesialis neurologi/saraf RS EMC Cibitung, Nysia Priscilla Angga Kusuma, menjelaskan kesemutan adalah sensasi abnormal yang umumnya terjadi pada area tubuh seperti tangan, kaki, atau jari-jari.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

"Sensasi ini dapat berupa rasa seperti tertusuk jarum, terbakar, atau mati rasa. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai parestesia," ujar Nysia, dikutip dari laman resmi EMC.

Parestesia biasanya muncul akibat tekanan sementara pada saraf atau pembuluh darah, seperti saat kaki tertindih dalam posisi tertentu. Dalam banyak kasus, kesemutan akan mereda setelah tekanan dihilangkan dan aliran darah kembali normal.

Namun, bila terjadi secara terus-menerus tanpa pemicu yang jelas, hal ini dapat menandakan adanya gangguan neurologis atau vaskular. Secara fisiologis, kesemutan dapat terjadi akibat beberapa mekanisme berikut:

MBG dalam Berita 2

1. Tekanan pada Saraf atau Pembuluh Darah

Posisi tubuh yang menekan saraf atau pembuluh darah dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu suplai darah dan menyebabkan iritasi pada saraf. Ketika aliran darah terganggu, saraf akan mengirimkan sinyal gangguan ke otak.

2. Hambatan Penghantaran Impuls Saraf

Sistem saraf berfungsi untuk mengirimkan impuls dari tubuh ke otak dan sebaliknya. Jika saraf mengalami kompresi, transmisi sinyal tersebut terganggu, sehingga menimbulkan sensasi abnormal seperti kesemutan atau rasa panas.

3. Pemulihan Sirkulasi Darah

Ketika tekanan dihilangkan dan aliran darah kembali normal, tubuh akan merespons dengan sensasi kesemutan yang terkadang terasa lebih kuat. Ini merupakan bagian dari proses pemulihan fungsi saraf.

4. Respons Otak terhadap Gangguan Sementara

Otak memproses sinyal dari saraf secara berkesinambungan. Ketika terjadi gangguan seperti tekanan atau iritasi, sinyal yang dikirim bisa terdistorsi, dan otak menginterpretasikannya sebagai kesemutan. Sensasi ini akan hilang seiring dengan kembalinya fungsi saraf ke kondisi normal.

Kapan Kesemutan Menjadi Indikasi Gangguan Kesehatan?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, kesemutan yang berlangsung lama, berulang, atau muncul tanpa sebab yang jelas dapat menjadi tanda dari kondisi medis tertentu, seperti:

1. Neuropati Perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf perifer, yang dapat menyebabkan kesemutan kronis. Penyebabnya bisa meliputi diabetes melitus, konsumsi alkohol berlebihan, infeksi, atau kekurangan vitamin tertentu.

2. Gangguan Sirkulasi Darah

Kesemutan yang disertai kulit pucat, dingin, atau kebiruan dapat menandakan adanya masalah pada sirkulasi darah, seperti penyakit arteri perifer (PAD). Kondisi ini memerlukan evaluasi medis segera.

3. Penyakit Neurologis

Beberapa penyakit neurologis seperti stroke, multiple sclerosis, atau migrain kompleks dapat memunculkan gejala kesemutan, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti kelemahan otot, gangguan bicara, atau gangguan penglihatan.

4. Kompresi Saraf Jangka Panjang

Tekanan yang berlangsung lama pada saraf, misalnya akibat hernia nukleus pulposus (penonjolan cakram tulang belakang) atau sindrom lorong karpal, dapat menyebabkan parestesia yang berkepanjangan dan memerlukan intervensi medis.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Kesemutan yang hilang dalam waktu singkat umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis jika mengalami:

- Kesemutan yang berlangsung lama atau sering kambuh

- Sensasi kesemutan disertai kelemahan otot, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berbicara

- Kesemutan disertai rasa nyeri hebat atau perubahan warna kulit

- Riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan autoimun

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, uji darah, tes konduksi saraf, MRI, atau CT scan untuk mengetahui penyebab pasti dari kesemutan yang dialami. (FSY/VOI)

Laporan : FSY
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya