- Home
- Dokter Anda
- Sering Kesemutan? Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Melitus, Cek Penjelasnya Dokter Syaraf Ini
Waspada Kesemutan
Sering Kesemutan? Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Melitus, Cek Penjelasnya Dokter Syaraf Ini
Dokter spesialis saraf menjelaskan kesemutan berkepanjangan menjadi salah satu ciri-ciri diabetes melitus, yaitu komplikasi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. (Internet)
RSNEWSROOM – Kita pasti pernah merasakanya. Kesemutan memang sering dianggap hal biasa, apalagi jika terjadi setelah duduk terlalu lama atau salah posisi tidur. Namun jika keluhan ini muncul terus-menerus, bisa jadi itu merupakan tanda adanya penyakit serius, seperti diabetes melitus.
dr. Wisnu Nalendra Tama, Sp.S(K), dokter spesialis saraf menjelaskan kesemutan berkepanjangan menjadi salah satu ciri-ciri diabetes melitus, yaitu komplikasi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Menurut dr. Wisnu, gejala neuropati diabetes tidak hanya berupa kesemutan biasa. Ada keluhan lain yang bisa muncul, seperti rasa kebas, mati rasa, hingga sensasi tersetrum di permukaan kulit.
"Kebas menjadi gejala neuropati diabetes yang kemunculannya terjadi terus menerus, sedangkan kesemutan dan rasa tersetrum umumnya hanya datang-hilang," jelas dr. Wisnu, dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan.
Kadar gula darah yang tidak stabil membuat kerja pankreas tidak maksimal. Hal ini memengaruhi produksi insulin sehingga naik turun dengan cepat. Kondisi inilah yang bisa memperparah diabetes dan memicu komplikasi saraf.
"Bagi seseorang yang sudah mendapatkan diagnosis diabetes melitus, mengontrol kadar gula darah secara rutin merupakan hal yang wajib dilakukan. Hal ini supaya kadar gula tidak naik turun terlalu cepat, karena perubahan yang cepat bisa memperparah kondisi diabetes," tegasnya.
Bagi orang sehat, pengecekan gula darah tidak perlu sesering pasien diabetes. Namun bagi penderita, pemeriksaan gula darah secara rutin serta mengikuti pengobatan dokter adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
"Pemeriksaan rutin dengan kontrol ke dokter juga wajib dilakukan untuk mengetahui risiko komplikasi neuropati diabetes sejak dini," ujar dr. Wisnu.
Selain pengobatan, pencegahan melalui gaya hidup sehat juga sangat penting. Menurut dr. Wisnu, menjaga pola makan dengan nutrisi seimbang dan dukungan dari keluarga bisa membantu pasien diabetes menjalani pengobatan dengan lebih baik.
"Sebagai pencegahan dari penyakit diabetes dan komplikasi lainnya, penting untuk mengontrol nutrisi yang masuk ke dalam tubuh supaya selalu seimbang. Support dari orang terdekat juga sangat penting dalam membantu penyembuhan pasien diabetes." tambahnya. (FSY/SP)






