Penanganan Penyakit Catar Air

Dokter Anak Indonesia Tegaskan Belum Ada Bukti Ilmiah, Air Kelapa Kerap Dianggap Obat Cacar

Dokter Anda Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : FA Syam  
Dokter Anak Indonesia Tegaskan Belum Ada Bukti Ilmiah, Air Kelapa Kerap Dianggap Obat Cacar

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang cukup kuat terkait anggapan bahwa air kelapa dapat mengurangi rasa gatal pada penderita varicella atau cacar air. (Internet)

RSNEWSROOM - Air kelapa kerap dipercaya masyarakat sebagai obat alternatif untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, termasuk cacar air. Minuman alami ini sering diberikan untuk meredakan keluhan selama sakit, seperti rasa gatal atau tidak nyaman pada kulit. Keyakinan tersebut telah lama berkembang secara turun-temurun, meski manfaatnya kerap lebih didasarkan pada pengalaman pribadi dibandingkan bukti ilmiah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang cukup kuat terkait anggapan bahwa air kelapa dapat mengurangi rasa gatal pada penderita varicella atau cacar air.

"Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal (akibat cacar), tapi (air kelapa) boleh diberikan pada anak-anak," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K) dalam diskusi daring di Jakarta, baru-baru ini.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Ratni menjelaskan manfaat air kelapa yang sejauh ini telah terbukti secara ilmiah adalah kandungan elektrolitnya yang cukup tinggi, terutama kalium, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kandungan tersebut bermanfaat untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak yang sedang sakit.

Manfaat air kelapa dalam menjaga kebugaran tubuh juga telah lama dipercaya oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Minuman ini kerap dijadikan pilihan alami untuk membantu pemulihan kondisi tubuh karena sifatnya yang menyegarkan dan mudah dikonsumsi.

Namun, apabila dikaitkan secara khusus dengan upaya mengurangi rasa gatal pada pasien cacar air, Ratni menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Kajian ilmiah tambahan diperlukan agar informasi mengenai fungsi dan manfaat air kelapa dapat diperbarui dan disampaikan secara akurat kepada masyarakat.

MBG dalam Berita 2

Meski demikian, Ratni menyampaikan air kelapa tetap aman untuk dikonsumsi oleh pasien cacar air selama tidak menimbulkan keluhan lain. Konsumsi air kelapa dapat menjadi bagian dari asupan cairan harian, terutama saat tubuh membutuhkan hidrasi yang cukup.

Dalam kesempatan tersebut, Ratni juga mengingatkan orang tua agar lebih selektif dalam mencari informasi seputar cacar air. Ia menekankan pentingnya mengandalkan sumber informasi yang kredibel dan berbasis medis, serta tidak mudah mempercayai mitos yang masih banyak beredar di masyarakat.

Varicella atau cacar air merupakan infeksi primer yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV). Penyakit ini ditandai dengan demam serta munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang menyebar di seluruh tubuh atau dikenal sebagai ruam vesikular generalisata.

Cacar air umumnya menyerang anak-anak dan memiliki tingkat penularan yang tinggi, terutama di ruang tertutup seperti sekolah, bangsal perawatan, atau lingkungan rumah. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung maupun percikan droplet.

Sebenarnya, cacar air termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. IDAI telah merekomendasikan pemberian vaksin varisela yang disuntikkan secara subkutan mulai usia 12 bulan.

Pada anak usia 1 hingga 12 tahun, vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Sementara itu, pada usia 13 tahun atau lebih, interval antar dosis berkisar antara 4 hingga 6 minggu. Untuk anak usia 2 tahun atau lebih yang belum menerima vaksin MR/MMR dan varisela, vaksin MMRV dapat diberikan sebagai dosis primer.

Adapun pada anak di bawah usia 2 tahun yang telah mendapatkan MR/MMR atau varisela sebelumnya, vaksin MMRV dapat diberikan sebagai dosis penguat atau booster. (FSY/SP)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : FA Syam





Berita Lainnya