- Home
- Dokter Anda
- Garam Himalaya Cocok Bagi Penderita Hipertensi? Apa Kata Dokter
Soal Mengatasi Hipertensi
Garam Himalaya Cocok Bagi Penderita Hipertensi? Apa Kata Dokter
Garam himalaya mengandung natrium klorida (NaCl) lebih sedikit dibanding garam biasa. Meski demikian, garam himalaya tetaplah garam yang mengandung NaCl, yang berpengaruh pada tekanan darah. (Internet)
RSNEWSROOM – Ada perkembangan terbaru. Garam himalaya sering disebut lebih baik dari garam konvensional, karena kandungan natriumnya yang lebih sedikit. Banyak juga penderita hipertensi yang memilih menggunakan garam ini, karena dinilai tidak terlalu mempengaruhi tekanan darah.
Namun, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, mengingatkan untuk tetap berhati-hati menggunakan garam himalaya, terutama pada pasien hipertensi.
Dokter Tunggul mengatakan bahwa memang benar garam himalaya mengandung natrium klorida (NaCl) lebih sedikit dibanding garam biasa. Meski demikian, garam himalaya tetaplah garam yang mengandung NaCl, yang berpengaruh pada tekanan darah.
“Garam itu nama kimianya NaCl. Mau dibikin di dalam himalaya atau di mana, tetap NaCl. Kalau nggak ada NaCl, bukan garam,” ungkap Dokter Tunggul saat ditemui di Sudirman, Jakarta, pada Jumat, 21 November 2025.
Kandungan NaCl dalam garam yang membuat atau memperburuk hipertensi. Jadi, anggapan lebih baik mengonsumsi garam himalaya dibanding garam biasa, tidak sepenuhnya benar.
“Yang membuat hipertensi itu NaCl. Pada penelitian memang NaCl pada garam himalaya itu rendah. Jadi bukan dia bukan ada khusus, yang namanya garam sehingga tidak hipertensi, bukan,” jelasnya.
“Garam (apa pun jenisnya) tetap NaCl,” tambahnya.
Dokter Tunggul menegaskan agar konsumsi garam apa pun jenisnya harus dibatasi, terutama bagi penderita hipertensi. Selain itu, disarankan untuk menjaga berat badan ideal dan berolahraga agar tekanan darah tetap terkontrol dengan baik.
“Jaga berat badan ideal, dan asupan garam (dibatasi). Kalau sudah hipertensi, dengan melakukan itu, maka mempermudah untuk mengontrol tekanan darah,” pungkas Dokter Tunggul. (FSY.VOI)









