Teknologi AI

RunSight, Kacamata Disabilitas Visual Buatan Anak Muda RI Mendunia

Teknologi Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:29 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
RunSight, Kacamata Disabilitas Visual Buatan Anak Muda RI Mendunia

RunSight, kacamata pintar yang membantu penyandang gangguan penglihatan berlari dengan lebih aman dan mandiri. RunSight dikembangkan oleh Tim Labmino dari Universitas Indonesia melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT). (Internet)

RSNEWSROOM -  Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari perusahaan raksasa global. Dari kampus di Indonesia, sekelompok mahasiswa justru berhasil menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Karya tersebut bernama RunSight, kacamata pintar yang membantu penyandang gangguan penglihatan berlari dengan lebih aman dan mandiri. RunSight dikembangkan oleh Tim Labmino dari Universitas Indonesia melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT).

Solusi ini dirancang bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dialami komunitas difabel, khususnya pelari dengan keterbatasan penglihatan.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

Teknologi yang Lahir dari Empati
RunSight bekerja dengan memberikan panduan suara secara real-time kepada pengguna. Sistem berbasis AI membaca kondisi sekitar dan membantu menentukan arah agar pelari tidak bergantung sepenuhnya pada pendamping.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI tidak hanya menjadi fitur canggih, tetapi juga alat pemberdayaan. Teknologi hadir sebagai pendamping aktivitas manusia, bekerja secara alami, responsif, dan menyatu dengan keseharian pengguna.

Bagi penyandang disabilitas visual, olahraga lari sering kali memiliki risiko tinggi karena keterbatasan navigasi. RunSight mencoba menghapus hambatan tersebut dengan memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pengguna

MBG dalam Berita 2

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa inovasi AI seharusnya memiliki tujuan nyata bagi kehidupan manusia.

"Kami percaya setiap terobosan AI harus membuat kehidupan lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat," ujarnya seperti dilansir detik.com.

Dari Kompetisi Nasional ke Panggung Global
RunSight awalnya merupakan pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025. Program ini membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi teknologi berbasis masalah nyata di masyarakat, sekaligus membangun keterampilan digital dan kolaborasi.

Setelah melewati seleksi regional dan global, Tim Labmino berhasil masuk jajaran 10 tim terbaik dunia dan ditetapkan sebagai SFT Global Ambassador. Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena menunjukkan inovasi berbasis konteks lokal Indonesia mampu relevan secara internasional.
Perkembangan AI saat ini diarahkan untuk menjadi bagian dari lingkungan hidup manusia, bukan sekadar teknologi kompleks. Teknologi diharapkan membantu berbagai latar belakang pengguna secara sederhana dan inklusif.

RunSight menjadi contoh nyata implementasi tersebut: inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki tujuan sosial. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, akses terhadap olahraga inklusif dapat terbuka lebih luas.

Keberhasilan Tim Labmino memperlihatkan bahwa inovasi besar dapat lahir dari kepedulian terhadap masalah sekitar. Ide sederhana yang berangkat dari empati mampu berkembang menjadi solusi teknologi global.

RunSight bukan hanya pencapaian akademik, melainkan simbol bahwa generasi muda Indonesia mampu menghadirkan teknologi relevan, inklusif, dan berdampak bagi dunia.

Dari Indonesia, inovasi itu kini berlari lebih jauh, membawa nama bangsa ke panggung internasional.

"Perjalanan Tim Labmino menginspirasi kita bahwa ide yang tebersit dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan bisa berdampak nyata. Peran kami adalah menjaga agar ruang ini terus terbuka, sehingga generasi berikutnya dapat melangkah lebih jauh dan membentuk masa depan inovasi yang relevan, inklusif, dan berdampak. Dari Indonesia, untuk dunia," pungkas Lee. (MNA/DTC)
 

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya