Rokan Hilir, Riau

Kejadian Luara Biasa Malaria Terjadi di Rokan Hilir Riau

Rokan Hilir Selasa, 17 Februari 2026 - 08:25 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Kejadian Luara Biasa Malaria Terjadi di Rokan Hilir Riau

Anggota DPRD Riau Dapil Rohil, Suyadi. (Dok DPRD Riau)

RSNEWSROOM - Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendapat perhatian serius. Kini ramai berbagai kalangan memberikan masukan dan saran. Salah satunya, anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Rohil, Suyadi. 

Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup segera mengambil langkah cepat dan masif untuk mengantisipasi penyebaran kasus malaria ini.

Ia meminta instansi terkait harus turun langsung ke lapangan, khususnya ke daerah pesisir yang memiliki tingkat kelembapan dan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Iklan PC dalam Pahlawan Guru

“Dinas kesehatan dan dinas lingkungan harus terjun langsung melakukan fogging, terutama di wilayah pesisir yang lembab dan banyak ditemukan jentik nyamuk. Selain itu, air yang tergenang harus segera dikuras,” ujar Suyadi beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, Rohil memiliki wilayah pesisir dan daratan yang sama-sama berpotensi menjadi lokasi penyebaran malaria jika tidak ditangani dengan serius. Untuk itu, Ia meminta pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh.

Terkait anggaran fogging, ia menegaskan bahwa dana sudah tersedia, terlebih dalam kondisi KLB yang memerlukan penanganan cepat dan masif.

MBG dalam Berita 2

“Anggaran fogging itu ada. Apalagi ini sudah KLB, tentu penanganannya harus dilakukan secara besar-besaran dan terkoordinasi,” tegasnya.

Selain peran pemerintah, ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. 

"Kita minta warga rutin menguras bak mandi, membersihkan tempat penampungan air agar tidak ada genangan yang menjadi sarang nyamuk," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala malaria agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. (FSY/SP)

 

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya