- Home
- Dokter Anda
- Dokter Andrologi Beberkan 6 Cara Alami Tingkatkan Kualitas Seks Tanpa Obat Kuat
Edukasi Seksual Masyarakat
Dokter Andrologi Beberkan 6 Cara Alami Tingkatkan Kualitas Seks Tanpa Obat Kuat
Banyak pria panik dan memilih jalan pintas akibat kekhawatiran dan kepanikan serta bingung apa yang harus dilakukan jika mengalami keluhan. (Internet)
RSNEWSROOM - Bagi seorang pria, kualitas ereksi bukan hanya soal performa seksual, tetapi juga cerminan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ereksi yang keras dan optimal menandakan sistem pembuluh darah, hormon, serta fungsi saraf bekerja dengan baik.
"Kekerasan ereksi penis sangat penting bagi pria agar performa seksualnya tetap optimal. Secara garis besar, tingkat kekerasan ereksi pria dibagi menjadi empat tingkatan," ujar dr. Jefry Tribowo, Sp.And, spesialis andrologi, dikutip dari kanal media sosial Jefry Tribowo.
Tingkat kekerasan ereksi nomor 4 dianggap sebagai kondisi ideal. Penis keras secara sempurna dan sepenuhnya seperti timun, sehingga hubungan seksual berjalan lancar. Namun, dr. Jefry mengingatkan, seiring bertambahnya usia, tidak sedikit pria mengalami penurunan kualitas ereksi.
"Tingkat kekerasan nomor 4 ini tanda pria sehat dan ereksi kuat dan optimal. Tidak bisa dipungkiri, banyak pria mengalami penurunan kekerasan ereksi ," ungkapnya.
Sayangnya, banyak pria panik dan memilih jalan pintas. Biasanya hal ini menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan bagi seorang pria, karena bingung apa yang harus dilakukan jika mengalami keluhan tersebut.
"Salah satu kesalahan adalah mengonsumsi obat-obatan sembarangan, membeli jamu-jamuan, kopi, atau permen yang diklaim bisa membuat ereksi,” jelas dr. Jefry.
Padahal, cara instan tersebut bisa berbahaya. "Saya amat tidak menganjurkan hal tersebut, karena produk tersebut sering dicampur obat-obatan kimia dalam jumlah besar. Akibatnya bisa menimbulkan gangguan efek samping yang serius bagi kesehatan tubuh," tegasnya.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan ereksi secara aman? Berikut 6 tips alami ala dr. Jefry Tribowo, Sp.And.
1. Konsumsi Makanan Sehat
Tidak ada makanan atau herbal yang bisa membuat ereksi instan. Menjalankan pola makan sehat yang mendukung aliran darah dan menjaga kadar hormon testosteron.
"Makanan terbaik untuk fungsi ereksi pria adalah semangka, alpukat, ikan, gandum, kopi, dan sayuran hijau. Buah segar, sayur, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan," tutur dr. Jefry.
Sebaliknya, batasi makanan tinggi kolesterol (gorengan), minuman bergula (soda), dan daging olahan (sosis, nugget).
2. Olahraga & Olah Penis
Aktivitas fisik meningkatkan sirkulasi darah dan hormon testosteron. Idealnya, olahraga 150 menit per minggu (misalnya lari, berenang, senam aerobik). Lalu, tambahkan senam kegel untuk melatih otot dasar panggul yang penting bagi ereksi dan ejakulasi.
"Hindari bersepeda terlalu lama dengan sadel keras, karena bisa menekan saraf dan aliran darah ," ucap dr. Jefry.
3. Hindari Rokok Hingga Alkohol
Merokok, alkohol, narkoba, dan ganja adalah musuh besar kesehatan. Efeknya tidak instan, tapi dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pembuluh darah sehingga kualitas ereksi menurun.
4. Tidur Cukup dan Berkualitas
dr. Jefry mengatakan kurang tidur menurunkan produksi testosteron dan dapat mengecilkan ukuran testis.
"Idealnya pria dewasa tidur 7–9 jam per malam. Jaga konsistensi jam tidur agar hormon tetap stabil," kata dr. Jefry.
5. Kelola Stres
Stres berlebihan bisa menimbulkan disfungsi ereksi psikogenik, terutama pada pria muda. Semakin dipaksakan untuk ereksi saat stres, justru semakin sulit.
"Lakukan relaksasi, journaling, atau bicarakan dengan pasangan. Bila stres berat, pertimbangkan konsultasi ke psikolog atau psikiater," jelas dr. Jefry.
6. Medical Check-Up Rutin
Ereksi tidak hanya soal penis, tapi juga kesehatan jantung, metabolisme, dan hormon. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga obesitas berkontribusi besar terhadap gangguan ereksi.
Di bawah 40 tahun, sebaiknya check-up setiap 2–3 tahun. Untuk di atas 40 tahun, sebaiknya check-up minimal setahun sekali.
"Dengan medical check-up, kita bisa mendeteksi lebih dini penyakit yang berpengaruh pada kesehatan . Bila penyakit terkontrol, fungsi ereksi juga akan lebih optimal." terang dr. Jefry. (FSY/VOI)















